Nurlansi Nurlansi
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Dan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas XI SMAN 12 Kendari Pada Materi Termokimia Asmiati Ramli; Dahlan Dahlan; Nurlansi Nurlansi
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi dan perbedaan hasil belajar siswa antara kelas yang diajar menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dan model Discovery Learning, menguji hubungan antara pemahaman konsep dengan keterampilan proses sains (KPS) siswa, serta mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan model PjBL pada materi termokimia di SMAN 12 Kendari. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan desain Pretest-Posttest Control Group. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang terdiri dari kelas XI MIPA 3 sebagai kelas eksperimen (model PjBL) dan kelas XI MIPA 1 sebagai kelas kontrol (model Discovery Learning). Data dikumpulkan melalui instrumen tes (soal pilihan ganda) dan non-tes (lembar observasi KPS, aktivitas guru, aktivitas siswa, serta angket respon). Hasil penelitian deskriptif menunjukkan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen mencapai 86,11 dengan persentase ketuntasan 89% (kategori tinggi), sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata 75,83 dengan ketuntasan 67%. Analisis N-Gain menunjukkan model PjBL efektif meningkatkan hasil belajar dengan skor N-Gain >0,7 (77,25%), sementara model Discovery Learning cukup efektif dengan skor N-Gain 0,6 (60,44%). Uji statistik inferensial menggunakan Independent Sample T-Test menghasilkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) < 0,001 (< 0,05), sehingga $H_0$ ditolak, yang membuktikan adanya perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kedua kelas. Uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan hubungan yang positif dan sangat kuat antara KPS dan pemahaman konsep siswa ($r = 0,905$; Sig. < 0,001), dengan kontribusi (koefisien determinasi) KPS terhadap hasil belajar sebesar 81%. KPS siswa secara umum berada pada kategori baik (rata-rata 83,73%), dengan indikator tertinggi pada kemampuan menarik kesimpulan (93,05%). Selain itu, aktivitas belajar siswa (92,57%) dan aktivitas mengajar guru (91,47%) terlaksana dengan sangat baik. Angket respon siswa juga menunjukkan kriteria sangat baik dengan persentase respon sebesar 86,89%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model Project Based Learning secara signifikan lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan proses sains, serta keterlibatan aktif siswa pada materi termokimia.