Pandu Ari Pramudya
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Peran Lembaga Kemasyarakatan Desa Dalam Pemberdayaan dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat: Studi Kasus di Desa Mulyasari Pandu Ari Pramudya; Evi Priyanti; Naila Nabiila
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dalam pemberdayaan dan peningkatan partisipasi masyarakat di Desa Mulyasari. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan anggota LKD, perangkat desa, dan masyarakat, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKD, melalui BPD, LPM, Karang Taruna, BUMDes, dan PKK, berperan signifikan dalam menampung aspirasi masyarakat, merancang program pembangunan, memotivasi partisipasi pemuda, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan meningkatkan ekonomi lokal. Kolaborasi antara LKD, pemerintah desa, dan pihak terkait melalui forum Minggon Desa efektif meningkatkan partisipasi masyarakat. Namun, peran pasif sebagian masyarakat menjadi kendala. Disarankan untuk meningkatkan kapasitas LKD melalui pelatihan, mengoptimalkan forum koordinasi, melakukan sosialisasi intensif, mengalokasikan anggaran operasional yang memadai, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya partisipasi aktif dalam pembangunan desa.
Analisis Yuridis Perlindungan Hukum Terhadap Anak Korban Eksploitasi Ekonomi Oleh Orang Tua Dalam Praktik Pengamen Jalanan Di Indonesia Naila Nabiila; Pandu Ari Pramudya
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.796

Abstract

Artikel ini mengkaji kerangka yuridis perlindungan anak korban eksploitasi ekonomi oleh orang tua dalam praktik pengamen jalanan. Menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, penelitian ini menemukan bahwa meski UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak telah melarang keras eksploitasi ekonomi dengan ancaman pidana hingga 10 tahun penjara (Pasal 76I dan Pasal 88), penegakan hukumnya masih lemah. Pendekatan administratif oleh pemerintah daerah melalui Perda Ketertiban Umum sering kali mengesampingkan sanksi pidana, sehingga tidak memberikan efek jera. Secara yuridis, hukum mengamanatkan pemberatan pidana sepertiga bagi orang tua pelaku eksploitasi mengingat peran mereka sebagai pelindung utama anak. Sebagai langkah pelindungan ultimum remedium, instrumen pencabutan kuasa asuh (Pasal 30 UUPA dan Pasal 49 UU Perkawinan) perlu diterapkan secara tegas oleh lembaga peradilan demi menjamin kepentingan terbaik bagi anak (the best interest of the child).