Nisa Lestari
Universitas Palangka Raya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH STRES AKADEMIK TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA MAHASISWA UNIVERSITAS PALANGKARAYA Syifa Zaesya; Nisa Lestari; Syaira Azzahra
Jurnal Sosial Humaniora Sigli Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Jabal Ghafur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47647/jsh.v9i1.4117

Abstract

Fenomena stres akademik di Universitas Palangka Raya (UPR) saat ini telah menjadi realitas kolektif yang dipicu oleh tingginya tuntutan kurikulum, beban tugas yang menumpuk, serta tekanan untuk mencapai standar indeks prestasi yang kompetitif. Penelitian ini berfokus pada analisis pengaruh stres akademik terhadap kesejahteraan subjektif mahasiswa di Universitas Palangkaraya, mengingat urgensi kesehatan mental di lingkungan perguruan tinggi yang kian dinamis. Dalam penelitian ini, variabel stres akademik menggunakan teori yang dikemukakan oleh Gadzella dan Masten (2005). Menurut teori tersebut, stres akademik terdiri atas lima dimensi, yaitu personal inadequacy, fear of failure, interpersonal difficulties with teachers, teacher-pupil relationship/teaching methodology, dan inadequate study facilities. Sementara itu, variabel kesejahteraan subjektif mengacu pada konsep subjective well-being yang terdiri atas dua komponen utama, yaitu komponen kognitif dan komponen afektif. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan atau mendeskripsikan kondisi stres akademik dan kesejahteraan subjektif mahasiswa berdasarkan data yang diperoleh dari responden, tanpa melakukan perlakuan atau eksperimen. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner yang berisi pernyataan mengenai stres akademik dan kesejahteraan subjektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik berpengaruh terhadap kesejahteraan subjektif mahasiswa. Semakin tinggi tingkat kecemasan, tekanan akademik, dan beban tugas yang dirasakan mahasiswa, maka semakin besar kemungkinan munculnya perasaan tertekan, khawatir, dan berkurangnya kenyamanan dalam menjalani kehidupan akademik.Kondisi ini sejalan dengan teori (Gadzella and Masten 2005)  yang menjelaskan bahwa stres akademik muncul ketika tuntutan pendidikan dipersepsikan melebihi kemampuan individu dalam mengatasinya.