Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Masjid Al Osmani Belawan Sebagai Pusat Pembelajaran Budaya Melayu Deli Muhammad Ridho Lubis; Sakti Ritonga
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/isihumor.v4i2.1671

Abstract

Masjid Al-Osmani di Kecamatan Medan Belawan merupakan masjid bersejarah peninggalan Kesultanan Melayu Deli yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Masjid Al-Osmani sebagai pusat pembelajaran budaya Melayu Deli serta kontribusinya dalam pelestarian nilai budaya dan penguatan fungsi sosial masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengurus masjid dan masyarakat sekitar, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Al-Osmani berperan sebagai media pembelajaran nilai budaya melalui pelaksanaan kegiatan yaitu pengenalan sejarah sultan dan raja melayu melalui ziarah, bentuk arsitektur , dan simbol melayu deli, pemakaian busana dan penyajian, kuliner dan ritual keagamaan. Selain itu masjid-masjid menjadi ruang interaksi sosial yang memperkuat solidaritas dan identitas kolektif masyarakat.
Children’s Educational Access by Gender in the Cultural Perspective of the Bahorok Malay-Islamic Community Najwa Zahra; Sakti Ritonga
Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Sosial Indonesia (In Press)
Publisher : CV. Yazri Aksara Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62238/jupsi.v4i2.467

Abstract

Educational access for girls and boys in the Malay Bahorok community has changed alongside developments in social, economic, and educational conditions. Earlier generations experienced more limited educational opportunities due to inadequate educational facilities, geographical distance, household economic constraints, and gendered expectations concerning children’s roles. This study aims to examine educational access for girls and boys from the perspective of Malay Bahorok culture, identify the factors influencing such access, and understand changing community perceptions of education across generations. The study employed a descriptive qualitative approach involving 11 informants, comprising 2 key informants, 7 primary informants, and 2 supporting informants. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation and analyzed thematically. The findings indicate that educational access has become increasingly equal for girls and boys, including growing support for girls’ pursuit of higher education. However, gender-based divisions of domestic responsibilities remain evident within family life. These findings indicate that changes in educational access have progressed more rapidly than changes in some gender norms within households. The study contributes to understanding educational transformation and gender relations within culturally grounded communities. Akses pendidikan anak perempuan dan laki-laki dalam masyarakat Melayu Bahorok mengalami perubahan seiring perkembangan kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan. Pada generasi terdahulu, keterbatasan fasilitas pendidikan, jarak, kondisi ekonomi keluarga, dan konstruksi peran gender memengaruhi kesempatan anak untuk melanjutkan pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis akses pendidikan anak perempuan dan laki-laki dalam perspektif budaya Melayu Bahorok, mengidentifikasi faktor yang memengaruhinya, serta memahami perubahan pandangan masyarakat terhadap pendidikan berdasarkan pengalaman antargenerasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 11 informan yang terdiri atas 2 informan kunci, 7 informan utama, dan 2 informan tambahan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan akses pendidikan yang semakin setara antara anak perempuan dan laki-laki, termasuk meningkatnya dukungan terhadap pendidikan tinggi perempuan. Namun, pembagian tanggung jawab domestik berdasarkan gender masih ditemukan dalam kehidupan keluarga. Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan akses pendidikan berlangsung lebih cepat daripada perubahan sebagian norma gender dalam rumah tangga. Penelitian berkontribusi pada pemahaman mengenai transformasi pendidikan dan relasi gender dalam masyarakat berbasis budaya.