This research is motivated by the importance of parental emotional intelligence (EQ) in facing the complex challenges of modern parenting. This study aims to analyze the application of intelligence-based parenting in building positive relationships with children at Bogenga State Kindergarten. This study uses a descriptive qualitative method with Miles and Huberman data analysis techniques. Data were collected through interviews with parents to obtain information regarding the application of emotional intelligence-based parenting, as well as direct observation of teachers to observe teachers' attitudes towards children's behavior. Meanwhile, observations of children were conducted to determine children's attitudes and behaviors according to parent interviews and observations. The results of the study indicate that the internalization of parental EQ through emotional sensitivity, self-regulation, and open communication successfully creates secure attachments and empathetic independence in children. The contribution of this research to the world of education and society is as a reference for a responsive parenting model that can minimize children's behavioral problems and strengthen the synergy between the family and school environment in supporting the growth and development of early childhood. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kecerdasan emosional (EQ) orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan modern yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan parenting berbasis kecerdasan dalam membangun hubungan positif dengan anak di TKK Negeri Bogenga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis data Miles dan Huberman, data dikumpulkan melalui wawancara terhadap orang tua untuk menggali informasi mengenai penerapan parenting berbasis kecerdasan emosional, serta observasi langsung terhadap guru untuk mengamati sikap guru terhadap perilaku anak. Sedangkan observasi pada anak dilakukan untuk mengetahui sikap dan perilaku anak sesuai dengan wawancara orang tua dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi EQ orang tua melalui kepekaan emosional, regulasi diri, dan komunikasi terbuka berhasil menciptakan kelekatan aman (secure attachment) serta kemandirian empati pada anak. Kontribusi penelitian ini bagi dunia pendidikan dan masyarakat adalah sebagai referensi model pengasuhan responsif yang dapat meminimalisir masalah perilaku anak dan memperkuat sinergi antara lingkungan keluarga dan sekolah dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini.