Prevalensi hipertensi pada pasien geriatri tergolong tinggi dan sering disertai penyakit penyerta yang meningkatkan risiko interaksi obat antihipertensi. Kondisi ini berpotensi mengurangi efektivitas terapi serta meningkatkan risiko terjadinya efek samping. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi obat antihipertensi pada pasien geriatri yang ada di instalasi rawat jalan selama periode September hingga November 2025. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif serta teknik purposive sampling, melibatkan 144 pasien sebagai sampel penelitian. Kriteria inklusi penelitian ini mencakup pasien rawat jalan yang terdiagnosis hipertensi serta memiliki data rekam medis yang lengkap. Pasien geriatri dalam penelitian ini dikelompokkan berdasarkan usia, baik laki-laki maupun perempuan, yang mendapatkan terapi anti hipertensi serta memiliki penyakit penyerta. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 144 pasien, kelompok usia yang paling banyak mengalami hipertensi adalah lanjut usia (60–74 tahun) dengan jumlah 118 pasien (81,9%). Sebagian besar pasien berjenis kelamin perempuan, yaitu 91 pasien (63,2%), sedangkan penyakit penyerta yang paling sering ditemukan adalah stroke iskemik dengan jumlah 51 kasus (16,9%). Analisis terhadap 144 pasien dilakukan menggunakan sumber referensi Drugs.com, Medscape, dan Stockley. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 127 pasien (88,2%) memiliki potensi mengalami interaksi obat. Berdasarkan tingkat keparahannya, interaksi obat kategori moderate merupakan yang paling dominan dengan 407 kasus (92,5%), diikuti oleh interaksi mayor sebanyak 29 kasus (6,6%) dan interaksi minor sebanyak 4 kasus (0,9%). Berdasarkan mekanismenya, interaksi obat farmakodinamik merupakan jenis yang paling sering ditemukan, yaitu sebanyak 417 kasus (94,7%), sedangkan interaksi farmakokinetik tercatat sebanyak 23 kasus (5,3%).