This study aims to analyze the application of the Outdoor Learning model in teaching Islamic Aqidah and Akhlak (Islamic Creed) and the process of instilling Islamic values in students at Pemuda Krian Vocational School. This research used a descriptive qualitative approach with a case study. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation with Islamic Religious Education teachers and 10th-grade students. The results indicate that the implementation of the Outdoor Learning model can create active, contextual, and meaningful learning through out-of-class activities such as environmental observation, discussions, and hands-on practice. The process of instilling Islamic values occurs gradually, from understanding and internalization to habituation in daily life. This is evident in changes in student behavior, such as the habit of queuing during question-and-answer sessions and while working in the school cooperative as a form of implementing the values of patience and discipline. Furthermore, this model has proven effective in increasing student activity, understanding, and positive attitudes, despite constraints such as time constraints and environmental conditions. Therefore, Outdoor Learning can be an effective learning alternative for instilling easy moral values in students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Outdoor Learning dalam pembelajaran Akidah Akhlak serta proses penanaman nilai-nilai keislaman pada peserta didik di SMK Pemuda Krian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan subjek guru Pendidikan Agama Islam dan siswa kelas X. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Outdoor Learning mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna melalui kegiatan di luar kelas seperti observasi lingkungan, diskusi, serta praktik langsung. Proses penanaman nilai-nilai keislaman berlangsung secara bertahap mulai dari pemahaman, penghayatan, hingga pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari perubahan perilaku siswa, seperti pembiasaan mengantri saat sesi tanya jawab dan saat berada di koperasi sekolah sebagai bentuk implementasi nilai sabar dan disiplin. Selain itu, model ini terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan, pemahaman, serta sikap positif siswa, meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan waktu dan kondisi lingkungan. Dengan demikian, Outdoor Learning dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mahmudah pada peserta didik.