Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Tinjauan Komparatif Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dan School Feeding di Berbagai Negara: Literature Review Retno Wulandari; Samsi Okmarizar; Masudatul Isnaini; Chriestien N.H.; Hafidh Trianda Khan; Amrina Rosyada; Wulan Puspita Ramdhani; Heryudarini. H.
Iptekin Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68588/iptekin.v8i2.161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis dan komparatif tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia dengan program makan sekolah yang telah lama berlaku di Amerika Serikat, Brasil, India, dan Filipina guna merumuskan strategi keberlanjutan program. Kajian ini disusun menggunakan metode scoping literature review dengan pendekatan deskriptif-komparatif. Penelusuran literatur dilakukan secara sistematis pada tiga database ilmiah yaitu Google Scholar, Scopus, dan PubMed dalam periode 2010-2025. Melalui seleksi ketat menggunakan kriteria inklusi (artikel jurnal terakreditasi dan dokumen kebijakan resmi) serta eksklusi, diperoleh 11 artikel ilmiah utama dan 6 dokumen regulasi pemerintah untuk disintesis. Analisis difokuskan pada aspek kerangka regulasi, kelembagaan, mekanisme pelaksanaan, sistem pendanaan, serta dampaknya terhadap gizi dan pendidikan. Hasil telaah menunjukkan bahwa negara dengan dukungan regulasi yang kuat, pembiayaan berkelanjutan, dan sistem evaluasi efektif mampu menghasilkan dampak gizi yang stabil. Sebagai program baru, MBG Indonesia berpeluang besar meningkatkan status gizi masyarakat sekaligus memperkuat rantai pasok pangan lokal, namun pelaksanaannya masih menghadapi tantangan berupa ketimpangan infrastruktur, variasi kapasitas sumber daya manusia, dan sistem pemantauan yang belum optimal. Studi ini menyimpulkan bahwa keberhasilan jangka panjang MBG bergantung pada tata kelola yang kuat, koordinasi lintas sektor, dan pembiayaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, implementasi program perlu menerapkan pendekatan afirmatif. Prioritas sasaran harus diberikan kepada siswa dari keluarga miskin dan rentan di wilayah dengan risiko masalah gizi yang tinggi. Langkah ini penting guna meningkatkan efektivitas program sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal.