Yulita Klaudia Kue
Sekolah Tinggi Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Citra Bakti

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN ORANG TUA DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DI TKN NEGRI BAJAWA Yulita Klaudia Kue; Elisabeth Tantiana Ngura; Gde Putu Arya Oka; Efrida Ita
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i3.11940

Abstract

ABSTRACT The family serves as the first environment in which children encounter learning experiences that lay the foundation for cognitive development. During early childhood, the abilities to think, remember, understand information, and solve problems are shaped through continuous interactions with significant individuals, particularly parents. Consequently, parental involvement becomes a crucial factor in determining the quality of stimulation children receive in their daily lives. This study explores how parents support the cognitive development of young children at TKN Negeri Bajawa. The study employed a qualitative approach using a case study design. Research data were collected from parents and teachers through observations, interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that parental support for children's cognitive development extends beyond formal learning activities at home and is reflected in various everyday experiences that stimulate thinking skills. Such involvement includes assisting children during learning activities, providing learning resources, maintaining interactive communication, and creating meaningful learning experiences through routine family activities. In addition, the dominant parenting style identified in this study was democratic parenting, which allows children to explore ideas, make simple decisions, and solve problems independently while still receiving guidance from their parents. These findings suggest that consistent stimulation and responsive parenting play a significant role in fostering cognitive development in early childhood. ABSTRAK Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memperkenalkan anak pada berbagai pengalaman belajar yang menjadi dasar perkembangan kognitif. Pada masa usia dini, kemampuan berpikir, mengingat, memahami informasi, dan memecahkan masalah berkembang melalui interaksi yang berlangsung secara terus-menerus dengan orang-orang terdekat, terutama orang tua. Oleh karena itu, keterlibatan orang tua menjadi salah satu faktor yang menentukan kualitas stimulasi yang diterima anak dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menelaah bagaimana peran tersebut diwujudkan dalam konteks pendidikan anak usia dini di TKN Negeri Bajawa. Kajian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus. Informasi penelitian diperoleh dari orang tua dan guru melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Seluruh data kemudian ditelaah menggunakan tahapan analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan makna dari temuan yang diperoleh. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa dukungan orang tua terhadap perkembangan kognitif anak tidak hanya tampak dalam kegiatan belajar formal di rumah, tetapi juga melalui berbagai aktivitas sehari-hari yang memberikan stimulasi berpikir. Bentuk keterlibatan tersebut meliputi pendampingan saat belajar, penyediaan sarana belajar, komunikasi yang interaktif, serta pemberian pengalaman belajar melalui kegiatan rutin keluarga. Selain itu, pola asuh yang paling menonjol adalah pola asuh demokratis yang memberi ruang bagi anak untuk mengeksplorasi ide, mengambil keputusan sederhana, dan menyelesaikan masalah dengan bimbingan orang tua. Temuan ini menunjukkan bahwa stimulasi yang konsisten dan pengasuhan yang responsif memiliki kontribusi penting dalam mendukung perkembangan kognitif anak usia dini.