p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGRI-SOSIOEKONOMI
Tommy Ferdy Lolowang
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Keuntungan Usaha Penyulingan Minyak Nilam Di Desa Tompaso Baru Satu Kecamatan Tompaso Baru Kabupaten Minahasa Selatan Frando Rembet; Olly Esry Harryani Laoh; Tommy Ferdy Lolowang
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 2 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keuntungan usaha penyulingan nilam di Desa Tompaso Baru Satu, Kecamatan Tompaso Baru, Kabupaten Minahasa Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode non probabilty sampling dengan teknik accidental sampling, dimana sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin sebanyak 94 responden. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode purposive sampling secara sengaja ke petani yang menanam nilam pada musim tanam terakhir tahun 2024 dengan jumlah 6 responden (petani). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan usaha penyulingan minyak nilam menunjukkan rata-rata penerimaan sebesar Rp1.000.000,00 per ketel (tong), dengan rata-rata total biaya produksi sebesar Rp.800.188,18 per ketel (tong). Hal ini menghasilkan rata-rata keuntungan sebesar Rp199.811,82 per ketel (tong) setiap kali penyulingan. Analisis Break Even Point unit (BEP) menunjukkan 9,69 bulan dan Break Even Point harga (BEP) menunjukkan Rp9.692.831,82.
Peran Pemerintah Daerah Dalam Ketahanan Pangan Di Kabupaten Minahasa Selatan Josia Vicky Kalangi; Rine Kaunang; Tommy Ferdy Lolowang
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 2 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara mendalam bagaimana peran Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Ketahanan Pangan, dalam menjaga ketahanan pangan melalui fungsi regulator (pembuat kebijakan), dinamisator (penggerak partisipasi masyarakat), dan fasilitator (penyedia sarana dan prasarana pendukung). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel yang digunakan secara purposive sampling. Metode analisis data yang menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah daerah telah menjalankan peran sebagai regulator melalui kebijakan seperti Perda No. 3 Tahun 2024 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dan pemantauan harga pangan. Sebagai dinamisator, pemerintah melibatkan masyarakat dalam program “Marijo ba tanam” dan Gerakan Pangan Murah. Sedangkan sebagai fasilitator, pemerintah menyediakan bantuan beras, telur, dan susu kepada masyarakat serta merancang pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, implementasi program masih terbatas oleh kendala seperti anggaran yang tidak mencukupi, belum meratanya jangkauan program ke desa-desa terpencil, serta perlunya sinergi antarinstansi dan peningkatan kesadaran masyarakat. Kesimpulannya, meskipun Pemerintah Daerah telah berperan aktif, namun masih dibutuhkan penguatan dan optimalisasi dalam pelaksanaan program ketahanan pangan.