This Author published in this journals
All Journal AGRI-SOSIOEKONOMI
Finolia Mumu
Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pendapatan Usahatani Nilam Di Desa Tambelang Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan Finolia Mumu; Jane Sulinda Tambas; Lyndon Reinhart Jacob Pangemanan
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 2 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan efisiensi usahatani nilam (Pogostemon cablin Benth) di Desa Tambelang, Kecamatan Maesaan, Kabupaten Minahasa Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Sampel yang ditetapkan sebagai sumber informasi penelitian memiliki kriteria sebagai petani yang telah melakukan minimal 3 (tiga) kali panen dalam kurun waktu tahun 2024 2025. Metode analisis data yang digunakan analisis pendapatan usahatani yang menganalisa tiga aspek utama usahatani yaitu biaya, penerimaan, dan pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam satu siklus tanam dengan tiga kali panen, total produksi minyak nilam mencapai 72,61 kg dengan penerimaan sebesar Rp116.404.800, ditambah penerimaan dari penjualan stek bibit nilam senilai Rp12.400.000, sehingga total penerimaan mencapai Rp128.804.800. Biaya produksi terdiri dari biaya variabel sebesar Rp13.932.000 dan biaya tetap Rp7.364.693, sehingga total biaya produksi mencapai Rp21.296.693. Pendapatan bersih usahatani adalah Rp107.508.107, dengan R/C ratio 6,05, menandakan usaha ini sangat layak secara finansial. Analisis lebih lanjut menunjukkan variasi hasil berdasarkan skala usaha dan strategi pengelolaan. Usahatani skala kecil lebih efisien dalam penggunaan biaya (R/C ratio lebih tinggi), sementara skala besar menghasilkan pendapatan dan keuntungan absolut lebih tinggi, meskipun efisiensi biaya relatif sedikit lebih rendah.