Meta Rosalia
Universitas Al-Qur’an Ittifaqiah (UQI) Indralaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TAHAPAN PERKEMBANGAN BAHASA ANAK USIA 4-5 TAHUN DALAM PERSPEKTIF ALIRAN STRUKTURALISME: STUDI KASUS DI KB LARAS SAKTI Dhea Yunika; Meta Rosalia; Rosalina Destyaningsi; Syaza Aulia Alpinia; Novita Loka
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.12505

Abstract

Language development in children aged 4–5 years forms a critical foundation for cognitive, social, emotional, and academic growth. However, challenges such as delayed articulation, limited vocabulary, and difficulties in constructing sentences remain prevalent. This study aims to comprehensively analyze language development in this age group through a structuralist lens encompassing phonology, morphology, syntax, and semantics simultaneously an innovation over prior studies that addressed only one or two linguistic components. A qualitative case study design was employed at KB Laras Sakti Sakatiga. Data were collected through observations during animal-habitat-themed learning activities, guided question-and-answer sessions, and field documentation using observation sheets and interview guides. Data analysis was organized according to relational language patterns observed in child interactions. Findings indicate that children could follow simple instructions, respond to questions about animal habitats, produce vocabulary such as bird, fish, and water, and construct basic sentences like "fish live in water." All four structuralist dimensions were evident: phonology in clear phoneme articulation during singing, morphology in the use of the bound morpheme di-, syntax in comprehension of S-P-O-C sentence patterns, and semantics in accurate paradigmatic word selection. This study underscores the importance of consistent use of concrete learning media and two-way communication by early childhood educators and parents to systematically build children's semantic networks in alignment with Saussurean sign theory. ABSTRAK Perkembangan bahasa anak usia 4–5 tahun merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan kognitif, sosial, emosional, dan akademik. Namun, permasalahan seperti keterlambatan pengucapan, keterbatasan kosakata, dan kesulitan menyusun kalimat masih kerap ditemukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan bahasa anak usia tersebut secara komprehensif melalui perspektif strukturalisme yang mencakup aspek fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik secara bersamaan sebuah inovasi dari kajian sebelumnya yang cenderung berfokus pada satu atau dua aspek saja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di KB Laras Sakti Sakatiga. Data dikumpulkan melalui observasi kegiatan pembelajaran bertema habitat hewan, sesi tanya jawab terarah, dan dokumentasi lapangan menggunakan lembar observasi serta panduan wawancara. Analisis data dilakukan berdasarkan pola relasi bahasa dalam interaksi antar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu memahami instruksi sederhana, menjawab pertanyaan terkait habitat hewan, menyebutkan kosakata seperti burung, ikan, dan air, serta menyusun kalimat sederhana seperti "ikan hidup di air." Keempat aspek strukturalisme termanifestasi secara nyata: fonologi tampak pada kejelasan pengucapan fonem saat bernyanyi, morfologi pada penggunaan morfem terikat di-, sintaksis pada pemahaman pola S-P-O-K, dan semantik pada pemilihan kata paradigmatik yang tepat. Penelitian ini menegaskan pentingnya penggunaan media konkret dan komunikasi dua arah oleh guru PAUD dan orang tua guna membangun jaringan makna bahasa anak secara sistematis sesuai teori tanda Saussure.