Bayu Sapta Adi Nugroho
Universitas Sains Teknologi Ekonomi Digital Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI LARIS MANIS DI TIKTOK SHOP: Murah, Gratis Ongkir, dan COD Jadi Andalan Moh Tamrin; Bayu Sapta Adi Nugroho; Ukie Tukinah
JURNAL STIE SEMARANG Vol 18 No 2 (2026): JURNAL STIE SEMARANG
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33747/stiesmg.v18i2.862

Abstract

Thrifting adalah kumpulan dari barang milik seseorang yang sudah tidak terpakai lagi, kemudian barang tersebut dijual dan bisa digunakan, baik barang tersebut sudah dimodifikasi ulang maupun dalam kondisi masih sama seperti awalnya. Banyak baju bekas impor thrifting masuk ke Indonesia dikarenakan pengaruh fast-fashion, sehingga membuat masyarakat luar negeri lebih konsumtif terhadap pembelian pakaian. Hal ini dimanfaatkan oleh Masyarakat dalam negeri untuk memiliki pakaian branded merek terkenal dunia dengan harga murah dan terjangkau. Dalam hal inipun, banyak pihak penjual memanfaatkan berbagai metode promo untuk meningkatkan penjualan, dengan cara memberi harga murah, memberi gratis ongkos kirim, dan memberikan kemudahan pembayaran melalui cash on delivery. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan jumlah sampel kurang dari 100 yaitu 31 responden para penjual baju bekas impor secara online yang ada di Semarang yang sudah berjualan minimal 1 sampai 2 tahun, dan yang paling lama sampai 15 tahun. Pengambilan data menggunakan 2 cara wawancara dan survei lapangan dengan mengisi daftar pertanyaan dalam kuesioner. Kemudian data diolah menjadi dokumentasi dalam hasil penelitian. Hasil penelitian yang berdasarkan hasil uji hipotesis menunjukkan hanya variabel X2 yaitu gratis ongkos kirim yang diterima, dan memiliki pengaruh positif sebesar 3.172 lebih besar dari t tabel yaitu 2.048, dengan nilai sig. 0.004 lebih kecil dari 0.05. sedangkan untuk variabel harga murah (X1) dan cash on delivery (X3) tidak memiliki pengaruh tehadap peningkatan penjualan baju bekas impor (Y1). variabel X1 yaitu harga diskon memiliki nilai tolerance 0,905 lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF 1,105 lebih kecil dari 10, hasil variabel gratis ongkir (X2) memiliki nilai tolerance 0,962 lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF 1,040 lebih kecil dari 10, dan hasil variabel X3 memiliki nilai tolerance 0,889 lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF 1,125 lebih kecil dari 10. Dan nilai signifikansi ketiga variabel independen tersebut sebesar 32 %. Kesimpulan dan saran, ada pengaruh positif dan signifikansi antara variabel harga diskon (X2) terhadap peningkatan penjualan baju bekas impor (thrifting) sebagai variabel dependen. Sedangkan variabel independen X1 dan X3 tidak berpengaruh dan tidak memiliki signifikansi tinggi terhadap variabel dependen. Disarankan untuk para penjualan baju thrifting untuk memberikan lebih banyak gratis ongkos kirim terhadap pembeli, dan mencari faktor lain yang dapat meningkatkan penjualan baju bekas impor tersebut.