Cantika Afiyah Wardhana
Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN EMPATI TERHADAP PERILAKU CYBERBULLYING PADA MAHASISWA Sahro Najwa Auliya; Saraswati Juana; Cantika Afiyah Wardhana; Salwa Salsabila Siswanto; Chelsy Audi Azzahra Mustofa; Rostiana Rostiana
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.12007

Abstract

The rapid development of the internet and social media has increased the risk of cyberbullying, particularly among university students who are highly engaged in online platforms. Previous studies have reported inconsistent findings regarding the relationship between empathy and cyberbullying behavior. While some studies suggest that empathy plays a significant role in reducing cyberbullying tendencies, others have found no significant association between the two variables. These inconsistent findings indicate a research gap that warrants further investigation, especially among university students in the Greater Jakarta area (Jabodetabek). Therefore, this study aimed to examine the role of empathy in cyberbullying behavior among active university students. This study employed a quantitative approach using a purposive sampling technique and involved 111 active university students in the Jabodetabek region. Data were collected using the Interpersonal Reactivity Index (IRI) to measure empathy and the Cyberbullying in Social Media Scale (CSMS) to assess cyberbullying behavior. Data were analyzed using Spearman Rank correlation analysis. The findings revealed that students generally demonstrated high levels of empathy and low levels of cyberbullying behavior. Correlation analysis showed that there was no significant relationship between empathy and cyberbullying behavior. These results indicate that empathy may not be the primary factor influencing cyberbullying behavior among university students. The study highlights the importance of considering other contributing factors, such as anonymity, moral disengagement, emotional intelligence, peer influence, and family environment, in developing effective strategies to prevent and address cyberbullying among university students. ABSTRAK Perkembangan internet dan media sosial yang semakin pesat telah meningkatkan risiko munculnya perilaku cyberbullying, terutama pada mahasiswa yang memiliki intensitas penggunaan media sosial yang tinggi. Berbagai penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang belum konsisten mengenai hubungan antara empati dan perilaku cyberbullying. Sejumlah studi menemukan bahwa empati berperan dalam menurunkan kecenderungan cyberbullying, sementara penelitian lain menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak signifikan. Ketidakkonsistenan temuan tersebut menunjukkan adanya kesenjangan penelitian yang perlu dikaji lebih lanjut, khususnya pada populasi mahasiswa di wilayah Jabodetabek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran empati terhadap perilaku cyberbullying pada mahasiswa aktif. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 111 mahasiswa aktif di wilayah Jabodetabek. Data dikumpulkan menggunakan Interpersonal Reactivity Index (IRI) untuk mengukur empati dan Cyberbullying in Social Media Scale (CSMS) untuk mengukur perilaku cyberbullying. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat empati mahasiswa cenderung tinggi, sedangkan perilaku cyberbullying cenderung rendah. Analisis korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara empati dan perilaku cyberbullying. Temuan ini mengindikasikan bahwa empati bukan merupakan faktor utama yang memengaruhi perilaku cyberbullying pada mahasiswa. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti anonimitas, moral disengagement, kecerdasan emosional, pengaruh teman sebaya, dan lingkungan keluarga dalam upaya pencegahan serta penanganan perilaku cyberbullying di kalangan mahasiswa.