Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sistem monitoring kantuk dan pengiriman lokasi kecelakaan berbasis GSM pada helm Fawwaz Muhammad Daffa; Sabar Pramono; Endang Sukarna
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 5 No. 2: Special Issue on 16th Industrial Research Workshop and National Seminar (IRWNS) 2025
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jitel.v5.i2.2025.145-154

Abstract

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia, khususnya yang melibatkan pengendara sepeda motor, menjadi perhatian serius dalam upaya peningkatan keselamatan berkendara. Data dari Integrated Road Safety Management System (IRSMS) Korlantas Polri mencatat sebanyak 79.220 kecelakaan pada tahun tertentu, dengan 76% di antaranya melibatkan sepeda motor. Salah satu penyebab utama kecelakaan adalah kelelahan yang mengarah pada kondisi mengantuk saat berkendara. Selain itu, keterlambatan penanganan korban, terutama di lokasi yang jauh dari fasilitas kesehatan, dapat memperparah dampak kecelakaan. Penelitian ini mengembangkan sistem keselamatan tambahan berbasis helm pintar yang mampu mendeteksi kondisi kantuk dan mengirimkan informasi lokasi saat terjadi kecelakaan. Sistem menggunakan sensor inframerah untuk mendeteksi kantuk berdasarkan durasi kedipan mata, serta sensor akselerometer dan giroskop untuk mendeteksi kecelakaan melalui percepatan dan kemiringan. Ketika indikator kantuk terdeteksi, alarm akan menyala untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika terjadi kecelakaan, sistem mengirimkan pesan singkat (SMS) berisi koordinat lokasi kepada kontak darurat. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat mendeteksi kantuk dengan rata-rata galat 0,348 detik, serta mendeteksi kecelakaan secara otomatis dengan ambang batas percepatan 8 g dan kecepatan sudut 300 derajat per detik. Akurasi lokasi GPS yang dikirimkan memiliki deviasi rata-rata sebesar 0,98 meter dari titik aktual.
Meningkatkan Produktivitas Budidaya Jamur Tiram dengan Sistem Kendali Endang Sukarna; Sofy Fitriani; Mina Naidah Gani; Endang Habinuddin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13472

Abstract

Budidaya jamur tiram merupakan salah satu usaha pangan yang berpeluang dikembangkan karena kebutuhan masyarakat terhadap sumber protein dan pangan bernilai ekonomi terus meningkat. Permasalahan yang dihadapi Kelompok Petani dan Peternak Bina Tani di Kabupaten Cianjur adalah pemeliharaan baglog yang masih dilakukan secara konvensional sehingga perubahan temperatur dan kelembapan kumbung tidak dapat diatasi dengan baik. Penelitian terapan ini bertujuan mengevaluasi penerapan sistem kendali temperatur dan kelembapan pada budidaya jamur tiram serta keberhasilan operasional budidaya setelah teknologi diterapkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan rekayasa terapan dan evaluasi deskriptif kuantitatif melalui penyuluhan, pembuatan kumbung, implementasi sistem kendali, pendampingan, dan pemantauan. Kumbung berukuran 6 × 3 m dilengkapi 12 rak tiga tingkat dengan kapasitas lebih dari 1.000 baglog. Sistem dirancang mempertahankan temperatur 23-28°C dan kelembapan 75-85% menggunakan kipas, pemanas, dan pompa pengabut, sedangkan pH media 5,0-6,5 diperiksa secara manual. Pemantauan dilakukan selama enam minggu terhadap 1.000 baglog. Uji respons menunjukkan kipas aktif pada temperatur 32°C dan pompa penyemprot aktif pada kelembapan 50-60%, sedangkan pada 85% pompa berhenti. Jumlah baglog yang menghasilkan meningkat dari 150 pada minggu ketiga menjadi 870 pada minggu keempat dan 998 pada minggu kelima serta keenam, atau mencapai 99,8% dari total baglog. Hasil menunjukkan bahwa sistem kendali dapat mendukung kestabilan kondisi kumbung dan keberhasilan budidaya. Namun, pengukuran produktivitas berbasis berat panen per baglog masih diperlukan untuk membuktikan peningkatan hasil secara langsung.