Dina Putri
Institut Sains Al-Qur'an Syekh Ibrahim, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EVALUASI SISTEM TRANSPARANSI PENYALURAN KIP KULIAH PERGURUAN TINGGI INDONESIA: STUDI KEPUSTAKAAN DAN TAIC MODEL Dina Putri; Syamzaimar Syamzaimar
Al-Irsyad: Journal of Education Science Vol 5 No 1 (2026): Al-Irsyad: Journal of Education Science
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/aijes.v5i1.818

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem transparansi penyaluran program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) serta implikasinya terhadap akuntabilitas layanan pendidikan tinggi di Indonesia. Metode yang digunakan adalah tinjauan literatur sistematis dengan menggunakan empat basis data utama (Google Scholar, Garuda, Puslapdik, Kemendikbudristek), mencakup 40+ sumber yang disaring menjadi 6 sumber final berdasarkan kriteria inklusi rentang tahun 2019–2026, dengan teknik analisis konten tematik dan triangulasi data. Hasil penelitian mengungkap bahwa transparansi penyaluran KIP Kuliah dapat ditelaah melalui tiga dimensi utama, yaitu dimensi informatif, keterbukaan, dan pengungkapan, yang ketiganya belum terpenuhi secara optimal. Hambatan utama meliputi fragmentasi sistem informasi antarlembaga, kompleksitas prosedur administratif yang menyebabkan keterlambatan pencairan, serta terbatasnya kapasitas sumber daya manusia pengelola program. Ketidaktepatan sasaran yang ditemukan pada sampel perguruan tinggi yang diteliti (Sheren et al., 2026) mengindikasikan perlunya validasi nasional lebih lanjut. Sebagai kontribusi konseptual utama, penelitian ini memperkenalkan Model Siklus Transparansi-Akuntabilitas-Dampak (STAD), sebuah kerangka siklus yang menghubungkan input kebijakan, proses implementasi, output program, dan dampaknya terhadap Indeks Pembangunan Manusia—membedakannya dari kerangka akuntabilitas linier dalam literatur sebelumnya. Rekomendasi utama meliputi integrasi sistem informasi nasional berbasis DTSEN, peningkatan kapasitas SDM, penyederhanaan prosedur administrasi, serta penguatan mekanisme partisipasi publik guna memastikan bantuan pendidikan benar-benar tepat sasaran.