Masria Atib
IAI AS-SIDDIQ KIERAHA MALUKU UTARA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVEKTIFITAS PEMBELAJARAN MENDONGENG UNTUK PERKEMBANGAN BAHASA ANAK PAUD KEMBANG SPATU DESA TABALEMA Masria Atib
IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol 3 No 1 (2024): IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora (eISSN: 2828-0555)
Publisher : LPPM IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan peningkatan perkembangan bahasa anak melalui pembelajaran mendongeng di PAUD Kembang Spatu Desa Tabalema. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rencana penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan terdiri dari 4 (empat) tahap kegiatan utama yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi (pengamatan), dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi dan dokumentasi. Untuk melakukan analisis data menggunakan teknik deskriptif kompratif dan teknik analisis kritis. Hasil penelitian membuktikan bahwa kemampuan perkembangan bahasa anak anak pada prasiklus dapat dinyatakan masih berada di bawah nilai standar minimum yaitu di bawah 68,67 dengan tingkat kualifikasi mulai berkembang. Peningkatan nilai di atas standar minimum yang ditetapkan, yaitu setelah dilakukan tindakan pembelajaran menggunakan kegiatan mendongeng pada siklus I dan II. Oleh karena itu, penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Pembelajaran dengan menggunakan kegiatan mendongeng pada indikator bahwa anak mampu dengan benar dapat meningkatkan perkembangan bahasa anak PAUD Kembang Spatu Desa Tabalema. 2) Peningkatan perkembangan bahasa anak PAUD Kembang Spatu Desa Tabalema dapat dengan menggunakan kegiatan mendongeng terlihat pada rata-rata hasil kemampuan anak sesuda diadakan tindakan mengalami peningkatan sebesar 8,33% yaitu dari 68,67% menjadi 77%. Dan peningkatan sebesar 18,67% yaitu dari tindakan siklus I sebesar 77% menjadi 95,67%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan karena dari perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi berkembang sesuai harapan) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi berkembang sangat baik)
MENINGKATKAN PERKEMBANGAN BERBAHASA MENGGUNAKAN METODE BERNYANYI PADA ANAK PAUD KEMBANG SPATU DESA TABALEMA Masria Atib
IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol 2 No 2 (2023): IQRA: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora (eISSN: 2828-0555)
Publisher : LPPM IAI As-Siddiq Kie Raha Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/iqra.v2i2.45

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan perkembangan berbahasa menggunakan metode bernyanyi pada anak PAUD Kembang Spatu Desa Tabalema. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Rencana penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan terdiri dari 4 (empat) tahap kegiatan utama yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi (pengamatan), dan (4) refleksi. Teknik pengumpulan data yaitu dengan observasi dan dokumentasi. Untuk melakukan analisis data menggunakan teknik deskriptif kompratif dan teknik analisis kritis. Hasil belajar kemampuan mengucapkan huruf konsonan pada anak PAUD Kembang Spatu Desa Tabalema sebagaimana di atas, menggambarkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan metode bernyanyi depat meningkatkan kemampuan mengucapkan huruf konsonan anak. Oleh karena itu, penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) Pembelajaran dengan menggunakan metode bernyanyi pada indikator bahwa anak mampu mengucapkan huruf konsonan yang benar dengan berdiri di hadapan teman-temannya di depan kelas dapat meningkatkan perkembangan bahasa anak PAUD Kembang Spatu Desa Tabalema. 2) Perkembangan bahasa anak PAUD Kembang Spatu Desa Tabalema dengan menggunakan metode bernyanyi terlihat pada rata-rata hasil kemampuan mengucapkan huruf konsonan sesudah diadakan tindakan mengalami peningkatan sebesar 8,33% yaitu dari 68,67% menjadi 77%. Dan peningkatan sebesar 18,67% yaitu dari tindakan siklus I sebesar 77% menjadi 95,67%. Keberhasilan tersebut dapat dikatakan karena dari perbandingan pada prasiklus ke siklus I (tingkat kualifikasi berkembang sesuai harapan) dan dari siklus I ke siklus II (tingkat kualifikasi berkembang sangat baik).