Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat dan Pendapatan Daerah (PAD) terhadap pembangunan ekonomi lokal di Kabupaten Mojokerto. Pendekatan kuantitatif digunakan, menggabungkan analisis deskriptif dan asosiatif dengan kerangka penalaran induktif. Studi ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Neraca Keuangan (DJPK). Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda melalui perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat dan Pendapatan Daerah secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap pembangunan ekonomi lokal, sebagaimana ditunjukkan oleh hasil uji F dengan tingkat signifikansi di bawah 0,05. Jika diperiksa secara individual, Pendapatan Daerah menunjukkan pengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap pembangunan ekonomi lokal. Sebaliknya, Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat menunjukkan hubungan positif, meskipun pengaruhnya tidak signifikan secara statistik. Lebih lanjut, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,971 menunjukkan bahwa 97,1 persen variasi pembangunan ekonomi lokal dapat dijelaskan oleh dua variabel independen yang termasuk dalam model. Hasil ini menunjukkan bahwa Pendapatan Daerah Mandiri memainkan peran yang lebih substansial dalam mendorong pembangunan ekonomi daerah dibandingkan dengan pendapatan Transfer Pemerintah Pusat. Oleh karena itu, penguatan dan optimalisasi sumber pendapatan daerah dapat dianggap sebagai strategi kebijakan utama untuk mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan di Kabupaten Mojokerto.