Ardiansyah Putra Supriyadi
Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Antara Jenis Agen Anestesi Dengan Waktu Pulih Sadar Pasien Pasca General Anestesi Di RSU Siaga Medika Purbalingga Ardiansyah Putra Supriyadi; Rully Annisa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.874

Abstract

General anestesi merupakan prosedur pembiusan yang bertujuan menghilangkan kesadaran sementara selama tindakan operasi melalui penggunaan agen anestesi tertentu. Waktu pemulihan sadar menjadi indikator penting dalam evaluasi keberhasilan anestesi karena berkaitan dengan keselamatan pasien, efektivitas pelayanan di ruang pemulihan, serta komplikasi risiko pascaoperasi. Perbedaan karakteristik farmakokinetik dan farmakodinamik antara agen anestesi inhalasi dan Total Intravenous Anesthesia (TIVA) diduga mempengaruhi kecepatan pemulihan pasien pasca anestesi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara jenis agen anestesi dengan waktu pulih sadar pasien pasca anestesi umum di RSU Siaga Medika Purbalingga. Penelitian menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional . Sampel penelitian berjumlah 92 responden yang dipilih menggunakan teknik konsekutif sampling . Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi dan penilaian Modified Aldrete Score , kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden menggunakan agen anestesi inhalasi sebanyak 48 responden (52,2%), sedangkan waktu pulih sadar cepat ditemukan pada 48 responden (52,2%). Responden dengan teknik TIVA lebih banyak mengalami waktu pulih sadar cepat sebanyak 31 responden (64,6%), sementara pada anestesi inhalasi lebih banyak mengalami waktu pulih sadar lambat sebanyak 31 responden (70,5%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (<0,05), sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara jenis agen anestesi dengan waktu pulihnya pasien pasca anestesi umum. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan jenis agen anestesi berperan penting dalam mempercepat proses pemulihan pasien pascaoperasi dan dapat menjadi pertimbangan klinis dalam meningkatkan mutu pelayanan anestesi.