Gangguan keseimbangan merupakan masalah yang sering terjadi pada lansia akibat prosespenuaan dan dapat meningkatkan risiko ketergantungan dalam aktivitas sehari-hari. Core Stability Exerciseberperan dalam meningkatkan stabilitas postural melalui penguatan otot inti tubuh, sedangkan Brain Gymmembantu meningkatkan respons sensorik dan motorik yang berhubungan dengan keseimbangan. Tujuan:Mengetahui perbedaan pengaruh Core Stability Exercise dan Brain Gym terhadap peningkatan keseimbanganpada lansia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan desain pre-test and post-test twocomparative group design. Subjek penelitian berjumlah 38 lansia yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi,dibagi menjadi dua kelompok intervensi yaitu kelompok Core Stability Exercise dan Brain Gym dengan masing-masing kelompok berjumlah 19 orang menggunakan teknik total sampling. Pengukuran keseimbangan dilakukanmenggunakan Berg Balance Scale (BBS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi diberikan tiga kali perminggu selama empat minggu. Analisis data menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test.Hasil: Analisis data menggunakan paired sample t-test menunjukkan kedua kelompok mengalami peningkatankeseimbangan yang signifikan (p=0,000; p<0,05). Analisis data menggunakan independent sample t-testmenunjukkan tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua intervensi (p=0,327; p>0,05).Kesimpulan: Core Stability Exercise dan Brain Gym sama-sama efektif dalam meningkatkan keseimbanganpada lansia, namun tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara keduanya.