Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengobatan Tradisional Dalam Politik Kesehatan Di Kabupaten Alor Siti Khadijah Adang Djaha; Rina Waty Sirait; Tasalina Y.P. Gustam; Dominirsep O. Dodo
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis politik kesehatan dalam pengobatan tradisional di Kabupaten Alor, khususnya terkait kebijakan, implementasi, serta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Pengobatan tradisional masih menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan modern, namun implementasi kebijakan nasional di tingkat daerah belum berjalan optimal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan penelitian meliputi praktisi pengobatan tradisional, masyarakat, serta pemangku kebijakan seperti Dinas Kesehatan dan DPRD yang dipilih melalui teknik purposive dan snowball sampling hingga mencapai kejenuhan data. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik menggunakan teori implementasi kebijakan Van Meter dan Van Horn serta model Edwards III. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pengobatan tradisional di Kabupaten Alor belum optimal, ditandai dengan belum adanya regulasi daerah khusus, keterbatasan anggaran, lemahnya komunikasi antarorganisasi, serta belum tersedianya sistem pendataan, perizinan, dan pengawasan yang terstruktur. Selain itu, tingginya pemanfaatan pengobatan tradisional oleh masyarakat belum diimbangi dengan dukungan kebijakan yang memadai. Disimpulkan bahwa implementasi kebijakan pengobatan tradisional di Kabupaten Alor masih menghadapi kendala pada aspek kebijakan, sumber daya, dan kelembagaan sehingga diperlukan komitmen pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan lokal, meningkatkan anggaran, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna mendukung integrasi pengobatan tradisional dalam sistem kesehatan.
Hubungan Antara Mutu Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Timung Kecamatan Wae Ri’i Kabupaten Manggarai Concita Vera; Dominirsep O. Dodo; Tasalina Y.P. Gustam
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2026): Juli 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v5i3.8712

Abstract

The quality of health services is one of the factors that can influence the level of patient satisfaction with the services received. Patient satisfaction is an important indicator in assessing the success of health services provided by health facilities. There has been a decline in the number of outpatient visits over the past three years, along with patient complaints regarding waiting time, staff attitudes, and the comfort of service facilities. This study aimed to determine the relationship between the quality of health services and outpatient satisfaction at Puskesmas Timung, Wae Ri’i District, Manggarai Regency. This was an analytical survey with a cross-sectional design. The study population consisted of all outpatients at Puskesmas Timung. A total of 101 respondents were selected using accidental sampling technique according to the research criteria with a significance level of α = 0,05. The variable of health service quality was measured using five SERVQUAL dimensions, namely reliability, responsiveness, tangible, assurance, and empathy. Data were analyzed using the Fisher's Exact test to determine the relationship between each dimension of health service quality and patient satisfaction. The results showed that all dimensions of health service quality had a significant relationship with outpatient satisfaction (p-value = 0,000). It was determined that there was a strong association between the quality of health services in all five SERVQUAL dimensions and outpatient satisfaction at Puskesmas Timung. Therefore, continuous improvement of health service quality across all SERVQUAL dimensions needs to be carried out to enhance patient satisfaction with the services provided.