Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tingkat Pengetahuan dan Sikap Proaktif Mahasiswa Mencegah Perilaku Bullying: Level of Knowledge and Proactive Attitude of Students in Preventing Bullying Behavior Agus Waluyo; Tanti Eriza
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 2 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i1.301

Abstract

Latar Belakang: Bullying masih menjadi perilaku yang sering kita jumpai dikehidupan sehari-hari. Khususnya di institusi pendidikan dari tingkat terendah sampai yang tertinggi. Perilaku ini dilakukan secara sadar maupun tidak sadar yang akan berpengaruh negatif pada kesehatan jiwa pelaku maupun korbannya. Peningkatan pemahaman tentang pengetahuan, sikap dan kemampuan mencegah bullying harus selalu menjadi materi sosialisasi oleh profesional kesehatan jiwa. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat hubungan pengetahuan dengan sikap proaktif mahasiswa mencegah perilaku bullying.Metode: Pendekatan kuantitatif analitik korelasi secara  cross sectional. Sampel berjumlah 56 responden, diambil dengan teknik total sampling. Instrumen data berupa kuesioner online, data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho. Penelitian dilakukan di Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung. Hasil: Penelitian menunjukkan; Tingkat pengetahuan tinggi 52 responden (93%), tingkat pengetahuan sedang 2 responden (3,5%) dan tingkat pengetahuan rendah 2 responden (3,5 %).  Sikap proaktif anti bullying tinggi 45 responden (80%), sikap proaktif anti bullying sedang 8 responden (14%) dan sikap proaktif anti bullying rendah 3 responden (5%). Uji korelasi Spearman menghasilkan nilai koefisien sebesar 0,792, nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan signifikan antara variable pengetahuan dengan sikap proaktif anti bullying mahasiswa. Berarti bahwa semakin tinggi pengetahuan mahasiswa, maka semakin tinggi sikap proaktif anti bullyingnya. Kesimpulan: Pengetahuan dan pemahaman yang tinggi tentang perilaku anti bullying akan mendorong individu untuk memunculkan sikap proaktif anti bullying, selanjutnya akan memunculkan perilaku mencegah bullying.
Gambaran Dampak Bullying terhadap Munculnya Perilaku Negatif pada Pelajar Sekolah Menengah Pertama: Overview of the Impact of Bullying on Negative Behavior Among Junior High School Students Tanti Eriza; Agus Waluyo
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 7 (2026): EDISI JULI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i7.498

Abstract

Pendahuluan: Bullying merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara berulang dan disengaja untuk menyakiti korban, baik secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perilaku bullying terhadap perilaku negatif pelajar Sekolah Menengah Pertama. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, teknik purposive sampling, melibatkan 86 siswa kelas VIII di salah satu SMP Negeri di Bandar Lampung. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengalaman bullying dan dampak perilaku negatif yang muncul yang sudah diuji validitasnya, data dianalisis secara univariat. Hasil: Seluruh responden (100%) pernah mengalami bullying verbal, dan 80,24% juga pernah mengalami bullying fisik. Efek perilaku negatif yang paling dominan meliputi munculnya perasaan sedih (83,72%), kecemasan dan rasa malu (75,58%), marah terpendam (70,93%), perasaan tidak aman berada ditempat yang sama dengan orang yang pernah membuli (69,76%), perasaan trauma pada pembulian (65,12%), perasaan tidak berdaya (62,79%), perasaan kurang percaya diri (60,46%),  muncul perasaan depresi (56,97%), perilaku menarik diri dari teman sebaya (52,33%),  merasa sulit berkonsentrasi dan memilih tidak masuk sekolah (47,67%), perasaan takut bersosialisasi dengan lingkungan sekitar (46,52%),  pernah merasa dunia akan lebih baik tanpa saya (36.05%) dan muncul pikiran/keinginan percobaan bunuh diri (22,10%).       Kesimpulan: Bullying memiliki dampak yang bisa menjadi serius terhadap kesehatan mental siswa sehingga diperlukan upaya pencegahan dan intervensi psikososial dari pihak sekolah dan perawat disekolah.