Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor- Faktor Berhubungan dengan Kejadian Kanker Paru di Ruang Rawat Inap Paru Rumah Sakit Jendral Ahmad Yani Metro: Factors Associated with the Incidence of Lung Cancer in the Pulmonary Inpatient Ward at General Ahmad Yani Hospital in Metro Septa Fajar Setiya; Sulistia Nur1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.316

Abstract

Latar Belakang: Tingginya angka kematian oleh kanker paru di Indonesia disebabkan oleh faktor deteksi yang terlambat, kurangnya program skrining dini, serta paparan faktor risiko seperti merokok aktif maupun pasif, polusi udara, dan pekerjaan berisiko. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan kejadian kanker paru di ruang rawat inap paru RSUD Jend. Ahmad Yani Metro. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi observasional retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah data subjektif dari rekam medis pasien penderita kanker paru tahun 2023-2024 sejumlah 191 pasien. Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner lembar observasi retrospektif.  Kuisioner analisis data dilakukan dengan Menggunakan program Komputer. Analisis data menggunakan uji Chi-square.         Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia berhubungan signifikan dengan jenis kanker paru (p value= 0,001). Pekerjaan berisiko ada hubungan dengan jenis kanker paru (p value = 0,003). Jenis kelamin ada hubungan dengan jenis kanker paru (p value= 0,004). Paparan rokok ada hubungan dengan jenis kanker paru (p value = 0,002).             Kesimpulan: Adanya hubungan signifikan antara Usia, Jenis Kelamin, Pekerjaan, dan Paparan Asap Rokok dengan Kejadian Kanker Paru.
Perbandingan Waktu Respon Perawat Menggunakan Lembar Triase Manual dengan Triase Digital Sederhana Berbasis AI pada Penanganan Pasien Gawat Darurat : Comparison of Response Times Among Nurses Using Manual Triage Forms vs. a Simple AI-Based Digital Triage System in the Management of Emergency Patients Begin Widodo; Sulistia Nur1
Jurnal Keperawatan Bunda Delima Vol 8 No 3 (2026): EDISI MARET
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jkbd.v8i3.320

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan gawat darurat menuntut proses pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, salah satunya melalui pelaksanaan triase sebagai mekanisme awal penentuan prioritas penanganan pasien. Pada layanan kesehatan tingkat pertama (Puskesmas), triase masih banyak dilakukan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan variasi interpretasi serta keterlambatan waktu respon. Kondisi tersebut dapat berdampak pada efektivitas penanganan pasien dengan kondisi kegawat daruratan. Pemanfaatan AI dalam bentuk triase digital sederhana mulai dikembangkan sebagai sistem pendukung keputusan klinis untuk meningkatkan efisiensi pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan waktu respon perawat antara penggunaan triase manual dan triase digital sederhana berbasis AI dalam penanganan pasien gawat darurat.  Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen komparatif. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 dengan subjek penelitian melibatkan seluruh perawat yang bertugas di IGD, dengan jumlah sampel sebanyak sepuluh orang yang dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur waktu respon perawat pada proses triase menggunakan dua pendekatan, yaitu triase manual dan triase digital sederhana berbasis AI. Hasil: Analisis data menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada waktu respon perawat antara kedua metode triase. Penggunaan triase manual menghasilkan rata-rata waktu respon sebesar 1848 detik, sedangkan triase digital sederhana berbasis AI menunjukkan rerata waktu respon yang lebih singkat, yaitu 305 detik. Hasil uji Independen Samples t-Test menunjukkan ada perbedaan bermakna antara waktu respon perawat saat menggunakan lembar triase manual dibandingkan menggunakan triase digital sederhana berbasis AI, dengan nilai p < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan triase digital sederhana berbasis AI mampu meningkatkan kecepatan respon perawat dalam penanganan pasien gawat darurat. Kesimpulan:  Penelitian ini menegaskan bahwa triase digital sederhana berbasis AI lebih efektif dibandingkan triase manual dalam mempercepat waktu respon perawat.