Ashar Banyu Lazuardi
Desain Komunikasi Visual, Universitas Bumigora

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penguatan Ekosistem Seni Tradisional Sasak Melalui Tata Kelola Keuangan, Pertunjukan Kreatif, Dan Branding Budaya Pada Komunitas Kampoeng Baca Pelangi di Lombok Barat Lalu Yayan Ardiansyah; Ashar Banyu Lazuardi; I Nyoman Miyarta Yasa; I Gde Anjas Kharisma Nata
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Amaliah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v10i1.6689

Abstract

Pelestarian seni tradisional Sasak menghadapi tantangan yang semakin kompleks di era digital. Selain perubahan pola konsumsi hiburan masyarakat, komunitas seni lokal juga menghadapi keterbatasan dalam tata kelola organisasi, pengelolaan keuangan, pengembangan hiburan, dan promosi budaya. Salah satu komunitas yang berperan aktif dalam pelestarian budaya di Lombok Barat adalah Komunitas Kampoeng Baca Pelangi (KBP) yang berlokasi di Dusun Merce, Desa Selat, Kecamatan Narmada. Selain bergerak dalam bidang literasi, komunitas ini juga menjadi ruang pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan seni, budaya, dan pendidikan karakter. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat ekosistem seni tradisional Sasak melalui peningkatan kapasitas tata kelola keuangan, pengembangan pertunjukan kreatif berbasis budaya lokal, dan branding budaya berbasis media digital. Metode pelaksanaannya menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang terdiri atas identifikasi kebutuhan, pelatihan, pendampingan, implementasi, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan pengurus dalam menyusun laporan keuangan sederhana, peningkatan kualitas produksi seni hiburan, serta meningkatkan visibilitas komunitas melalui media digital. Program ini menghasilkan model penguatan ekosistem seni berbasis komunitas yang mengintegrasikan aspek ekonomi, budaya, dan komunikasi sebagai strategi pelestarian budaya Sasak.