isbullah isbullah
Institut Agama Islam Nurul Hakim

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI DAN PEMECAHAN MASALAH DI SDN 2 LELONG Abdul Aziz; isbullah isbullah; Heri Padli
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.7757

Abstract

Collaboration and problem-solving skills need to be developed from the primary school level, particularly in non-urban schools that still face limitations in implementing active, contextual, and student-centered learning. This study aims to explore the implementation of Project-Based Learning (PjBL) in improving the collaboration and problem-solving skills of fifth-grade students at SDN 2 Lelong. It also addresses a gap in PjBL research in non-urban primary schools, as previous studies have mostly focused on cognitive learning outcomes or have been conducted in schools with more adequate resources. This research employed a descriptive qualitative approach with a case study design. The participants consisted of one teacher and 25 fifth-grade students. Data were collected through observations of project activities, documentation of student products, and in-depth interviews. The instruments included observation sheets, interview guidelines, and a project assessment rubric covering collaboration indicators, namely role distribution, communication, and deliberation, as well as problem-solving indicators, namely problem identification, development of alternative solutions, and reflection. The findings showed that the thematic waste management project improved students’ collaboration and problem-solving skills to a good category. Students demonstrated better abilities in distributing roles, communicating, deliberating, identifying problems, developing alternative solutions, and conducting group reflection. The unique contribution of this study lies in developing a locally grounded PjBL practice that focuses not only on the final product, but also on collaboration, deliberation, and solution development for real-life problems in students’ immediate environment. Theoretically, this study extends the literature on PjBL implementation in non-urban primary school contexts. Practically, the findings may serve as a reference for teachers in designing contextual projects that support the development of the Pancasila Student Profile. ABSTRAK Keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah perlu dikembangkan sejak sekolah dasar, terutama di sekolah non-perkotaan yang masih menghadapi keterbatasan dalam penerapan pembelajaran aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Pembelajaran Berbasis Proyek atau Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi dan pemecahan masalah siswa kelas V SDN 2 Lelong. Penelitian ini juga mengisi kekosongan kajian tentang praktik PjBL di sekolah dasar non-perkotaan, karena sebagian besar studi sebelumnya lebih banyak menyoroti hasil belajar kognitif atau dilakukan pada sekolah dengan dukungan sumber daya yang lebih memadai. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 1 guru dan 25 siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi aktivitas proyek, dokumentasi produk siswa, dan wawancara mendalam. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, panduan wawancara, dan rubrik penilaian proyek dengan indikator kolaborasi, yaitu pembagian peran, komunikasi, dan musyawarah, serta indikator pemecahan masalah, yaitu identifikasi masalah, penyusunan alternatif solusi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proyek tematik pengelolaan sampah mampu meningkatkan kualitas kolaborasi dan pemecahan masalah siswa hingga mencapai kategori baik. Siswa menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam membagi peran, berkomunikasi, bermusyawarah, mengidentifikasi masalah, menyusun alternatif solusi, dan melakukan refleksi kelompok. Kontribusi unik penelitian ini terletak pada pengembangan praktik PjBL berbasis isu lokal yang tidak hanya berorientasi pada produk akhir, tetapi juga menekankan proses kerja sama, musyawarah, dan penyusunan solusi terhadap masalah nyata di lingkungan siswa. Secara teoretis, penelitian ini memperluas kajian PjBL pada konteks sekolah dasar non-perkotaan. Secara praktis, temuan ini dapat menjadi rujukan bagi guru dalam merancang proyek kontekstual yang mendukung penguatan Profil Pelajar Pancasila.
UPAYA GURU AL-QUR’AN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SANTRIWATI KELAS VIII MTS AL-ISTIQOMAH KAPU Khalid Makky; Weli Arjuna Wiwaha2; Isbullah Isbullah; Abdul Aziz; Bq Raudatul Jannah5
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.15682

Abstract

Learning motivation is a key element in successful Qur’an learning, particularly in boarding-school environments that require discipline, perseverance, and consistency in memorization. This study aims to analyze Qur’an teachers’ efforts to enhance the learning motivation of eighth-grade female students at MTs Al-Istiqomah Kapu and to identify the main obstacles encountered in the process. The study employed a qualitative field-research design. Primary data were obtained through interviews with three teachers and three female students, supported by observation and documentation. Data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. The findings show that teachers fostered motivation by setting memorization targets, strengthening tajwid understanding, conducting tasmi’ and tahsin qira’ah activities, varying learning settings outside the classroom, and providing motivational messages and inspirational stories. These efforts encouraged students to participate more enthusiastically, devote more time to memorization, and improve repetition and new memorization. The main challenges were irregular attendance, low learning interest among some students, and family and social-environment influences, including social-media use during parental visits. The findings highlight the need for varied instructional strategies, consistent attendance discipline, and stronger coordination among the school, teachers, students, and parents to sustain learning motivation. Abstrak Motivasi belajar merupakan salah satu unsur penting dalam keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an, khususnya pada lingkungan madrasah berasrama yang menuntut kedisiplinan, ketekunan, dan konsistensi hafalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis upaya guru Al-Qur’an dalam meningkatkan motivasi belajar santriwati kelas VIII MTs Al-Istiqomah Kapu serta mengidentifikasi problematika yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data utama diperoleh melalui wawancara terhadap tiga guru pengajar dan tiga santriwati, disertai observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru meningkatkan motivasi belajar melalui penetapan target hafalan, penguatan pemahaman tajwid, kegiatan tasmi’ dan tahsin qira’ah, variasi tempat belajar di luar kelas, serta pemberian kata-kata motivasi dan kisah inspiratif. Upaya tersebut mendorong santriwati lebih bersemangat, menyediakan waktu lebih banyak untuk menghafal, serta memperkuat takrir dan ziyadah. Problematika utama meliputi ketidakdisiplinan kehadiran, rendahnya minat belajar pada sebagian santriwati, serta pengaruh lingkungan keluarga dan sosial, termasuk penggunaan media sosial saat kunjungan orang tua. Temuan menegaskan pentingnya strategi pembelajaran yang variatif, disiplin kehadiran, dan koordinasi antara madrasah, guru, santriwati, dan orang tua untuk menjaga keberlanjutan motivasi belajar.