Music is a communication medium capable of conveying messages and emotions through signs, figurative language, and symbols that influence the audience's interpretation. The song "Gala Bunga Matahari" by Sal Priadi is interesting to study because it contains strong natural symbols and metaphors that describe longing, loss, and hope that are emotional and universal. This study aims to describe the symbolic meaning and representation of emotional communication contained in the song's lyrics. The theory used is Roland Barthes' semiotics which divides meaning into three levels: denotation, connotation, and myth. This study uses a qualitative descriptive method with lyric text analysis techniques as primary data, supported by literature studies as secondary data. The results show that symbols such as sunflowers, rivers of milk, plant language, and images of youth again, convey the message that love, memory, and emotional connection do not stop even though the loved object is gone. This song becomes a medium of emotional communication that functions to provide a healing space through spiritual memory and hope. Musik merupakan salah satu media komunikasi yang mampu menyampaikan pesan dan emosi melalui tanda, bahasa figuratif, serta simbol yang memengaruhi pemaknaan audiens. Lagu “Gala Bunga Matahari” karya Sal Priadi menarik untuk dikaji karena mengandung simbol alam dan metafora yang kuat dalam menggambarkan kerinduan, kehilangan, serta harapan yang bersifat emosional dan universal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolik dan representasi komunikasi emosional yang terkandung dalam lirik lagu tersebut. Teori yang digunakan adalah semiotika Roland Barthes yang membagi makna menjadi tiga tingkatan yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis teks lirik sebagai data primer, didukung studi pustaka sebagai data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol seperti bunga matahari, sungai susu, bahasa tumbuhan, dan gambaran kemudaan kembali, menyampaikan pesan bahwa cinta, memori, dan keterhubungan emosional tidak berhenti meskipun objek yang dicintai telah tiada. Lagu ini menjadi medium komunikasi emosional yang berfungsi memberikan ruang penyembuhan melalui ingatan dan harapan spiritual.