Zulhamid Ridho
Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Riau

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Keberlanjutan Usahatani Sayuran Kangkung, Bayam, dan Sawi Eliza; Reisya Alief Chairunnisa; Zulhamid Ridho
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 14 No. 01 (2026): Juni 2026 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2026.14.01.81-95

Abstract

Kebutuhan lahan untuk pembangunan terus meningkat, sementara luas lahan tetap terbatas. Alih fungsi lahan pertanian ke penggunaan non pertanian di daerah perkotaan telah menjadi fenomena yang terjadi di berbagai kota di Indonesia yang dapat mengancam keberlanjutan usahatani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui status keberlanjutan usahatani sayuran dari dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi, dan kelembagaan, serta untuk mengetahui atribut-atribut yang sensitif dalam keberlanjutan usahatani sayuran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan jumlah sampel yang diambil sebanyak 30 sampel. Analisis data yang digunakan untuk menilai indeks keberlanjutan usahatani sayuran adalah dengan menggunakan Multidimensional Scalling (MDS). Indeks keberlanjutan dan atribut sensitif dianalisis dengan menggunakan metode RAPS (Rapid Appraisal for Sustainability) dan analisis leverage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan pertanian sayuran menghasilkan skor 65,46, yang dikategorikan cukup berkelanjutan. Atribut yang sensitif terhadap keberlanjutan adalah kualitas hasil panen, kondisi kesuburan tanah, intensitas serangan hama dan penyakit, penggunaan pupuk kimia, diversifikasi pendapatan petani, pendapatan usahatani, status kepemilikan lahan, kestabilan harga jual, sistem pemasaran hasil pertanian, umur petani, tingkat pendidikan petani, pandangan masyarakat terhadap alih fungsi lahan, partisipasi keluarga dalam berusahatani, teknologi irigasi, teknologi pola tanam, pascapanen, penggunaan teknologi informasi, teknologi benih unggul, dan ketersediaan penyuluh.