Gerhana Gerhana
Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRUCTURAL BREAKS DAN VOLATILITAS HARGA DAGING AYAM BERDASARKAN TINGKATAN PASAR DI INDONESIA Cynthia Cleantha Br Sinuraya; Gerhana Gerhana; Sahara Sahara
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 14 No. 01 (2026): Juni 2026 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2026.14.01.54-67

Abstract

Daging ayam saat ini menjadi salah satu sumber protein hewani yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Hal yang krusial untuk memastikan stabilitas harga dan daya beli masyarakat adalah informasi harga di setiap tingkatan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis structural breaks dan volatilitas harga daging ayam berdasarkan tingkatan pasar di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini mengenai harga harian daging ayam selama periode 2020-2024 di tingkat ritel pada enam pulau di Indonesia (Jawa, Sumatera, Bali-NT, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua) yang mencakup harga di berbagai tingkat pasar yaitu pasar tradisional, pedagang besar, pedagang modern dan produsen. Penelitian ini menggunakan model outlier aditif untuk menganalisis structural breaks dan analisis koefisien variasi (CV) untuk menganalisis volatilitas. Hasil yang diperoleh menunjukkan dua poin utama yaitu pertama, analisis koefisien variasi (CV) menunjukkan pola variasi harga yang berbeda di berbagai wilayah dan tingkat pasar di Indonesia. Meskipun terdapat perbedaan, variasi harga cenderung relatif kecil hingga sedang. Kedua, teridentifikasi adanya structural break pada harga daging ayam di empat tingkat pasar dengan waktu yang bervariasi, mencerminkan dinamika yang berbeda antarwilayah. Beberapa wilayah tidak mengalami structural breaks, menunjukkan stabilitas harga relatif di daerah tersebut. Di Pasar Produsen Papua, terjadi peningkatan kecil dalam koefisien variasi setelah structural break, berbeda dengan penurunan signifikan yang terlihat di pasar lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya stabilitas harga untuk mengurangi fluktuasi dan pentingnya kebijakan penguatan infrastruktur distribusi dan pengendalian suplai diperlukan untuk menjaga kestabilan harga di berbagai wilayah.