Syamsu Alam
Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Cokroaminoto Palopo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kesalahan Peserta Didik dalam Menyelesaikan Soal Cerita FPB dan KPK melalui Teori Kastolan ditinjau dari Gaya Belajar Nonce Deta; Syamsu Alam; Taufiq Taufiq; Patmaniar Patmaniar; Nur Hikmah
JIMAT: Jurnal Ilmiah Matematika Vol 7 No 2 (2026): April-Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63976/jimat.v7i2.1370

Abstract

Penelitian ini menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita FPB dan KPK melalui Teori Kastolan ditinjau dari gaya belajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas V UPT SD Negeri 123 Bangko semester genap tahun pelajaran 2024/2025. Subjek pada penelitian ini terdiri dari satu siswa dengan gaya belajar visual, satu siswa dengan gaya belajar auditori dan satu siswa dengan gaya belajar kinestetik. Instrumen yang digunakan adalah tugas penyelesaina masalah memuat soal cerita FPB dan KPK dan wawancara. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa (1) Siswa dengan gaya belajar visual cenderung melakukan kesalahan konseptual, terutama dalam menghubungkan informasi yang diketahui dengan pertanyaan soal serta dalam penerapan konsep FPB/KPK. Visual unggul dalam pencatatan tetapi lemah pada pemahaman konsep. Faktor penyebab kesalahan meliputi kurangnya penguasaan konsep dasar, rendahnya ketelitian, dan kebiasaan belajar yang kurang tepat, (2) Siswa dengan gaya belajar auditori lebih banyak melakukan kesalahan prosedural, yaitu tidak konsisten mengikuti langkah-langkah penyelesaian meskipun memahami konsep. Auditori kuat dalam menerima informasi lisan namun lemah dalam prosedur. Faktor penyebab kesalahan meliputi kurangnya penguasaan konsep dasar, rendahnya ketelitian, dan kebiasaan belajar yang kurang tepat, (3) Siswa dengan gaya belajar kinestetik dominan melakukan kesalahan teknik, seperti salah hitung atau kelalaian menulis satuan. Kinestetik cepat memahami melalui praktik namun kurang teliti pada detail. Faktor penyebab kesalahan meliputi kurangnya penguasaan konsep dasar, rendahnya ketelitian, dan kebiasaan belajar yang kurang tepat.