Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa sebagai bagian dari keterampilan berpikir tingkat tinggi. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru, melainkan beralih pada pendekatan Student Centered Learning yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Transformasi ini menjadi penting khususnya dalam pembelajaran matematika yang selama ini cenderung bersifat prosedural dan kurang mendorong kemampuan analitis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Student Centered Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan subjek berupa berbagai hasil penelitian terdahulu yang relevan. Instrumen penelitian berupa dokumentasi artikel ilmiah, buku, dan laporan penelitian yang diperoleh melalui database akademik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis siswa seperti Problem Based Learning, Discovery Learning, dan Inquiry Learning secara signifikan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kemampuan siswa dalam menganalisis masalah, mengevaluasi informasi, serta menyusun solusi secara logis dan sistematis. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu mengoptimalkan penerapan pembelajaran yang berpusat pada siswa sebagai strategi utama dalam pembelajaran matematika. Selain itu, diperlukan dukungan kurikulum dan pelatihan guru agar implementasi Student Centered Learning dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan.