Anita Yuliana
Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PEMECAH GELOMBANG AMBANG RENDAH (PEGAR) TERHADAP PERLINDUNGAN PANTAI DI INDONESIA: A LITERATURE REVIEW Munandar Fikri Aris; Anita Yuliana
FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil) Vol 12 No 1 (2026): FROPIL (Forum Profesional Teknik Sipil)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/fropil.v12i1.7783

Abstract

Pemecah gelombang ambang rendah (PEGAR) menjadi salah satu pendekatan perlindungan pesisir yang banyak dikaji karena kemampuannya dalam mereduksi energi gelombang, mendukung akresi sedimen, dan memperkuat efektivitas sand nourishment pada wilayah pesisir tropis. Artikel berbasis systematic literature review ini menganalisis dampak lingkungan PEGAR terhadap sand nourishment, khususnya pada pesisir tropis Indonesia dan wilayah sejenis, dengan mempertimbangkan pengaruh perubahan iklim terhadap dinamika garis pantai. Literatur yang dianalisis mencakup studi terbaru yang menggunakan observasi lapangan, pemodelan numerik, pengujian eksperimental, dan sintesis literatur. Temuan menunjukkan bahwa PEGAR dapat meningkatkan retensi sedimen dan mengurangi erosi apabila dirancang sesuai karakteristik hidrodinamika, morfologi pantai, dan suplai sedimen setempat. Efektivitas struktur ini masih menghadapi sejumlah keterbatasan, terutama ketidakseimbangan distribusi sedimen, keterbatasan data beresolusi tinggi, serta minimnya evaluasi ekologis jangka panjang. Integrasi PEGAR dengan restorasi mangroves dan pendekatan Hybrid Nature Based Solution (HNBS) memperlihatkan potensi yang lebih adaptif karena mampu meningkatkan pelemahan gelombang, stabilisasi sedimen, dan manfaat ekologis secara bersamaan. Variasi metodologi, keterbatasan integrasi aspek sosial-ekonomi, dan lemahnya keterkaitan dengan kebijakan pesisir menunjukkan adanya celah pengetahuan yang perlu ditangani. Kajian ini menegaskan pentingnya pendekatan multidisipliner yang menghubungkan rekayasa pantai, ekologi, ilmu sosial, dan kebijakan publik untuk mendukung strategi perlindungan pesisir Indonesia yang berkelanjutan di tengah tekanan perubahan iklim.