Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Program Pelatihan Ecoprint Terhadap Kelompok PKK Desa Tusan sebagai Strategi Peningkatan Kesejahteraan Subjektif Perempuan dan Perwujudan SDGs Ayu Putu Gari Kartika Dewi; I Dewa Ayu Sugiarica Joni; Farrel Yano Tonapa; Ni Made Primar Yuliantarini; Putu Sri Handayani; Yeremia Dwi Putra
International Journal of Community Service Learning Vol. 9 No. 3 (2025): August
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v9i3.91098

Abstract

Ibu rumah tangga kerap menghadapi beban ganda, yakni tanggung jawab domestik dan ekonomi secara bersamaan, yang berdampak pada rendahnya tingkat kepuasan dan emosi positif dalam menjalani peran tersebut. Kondisi ini menyebabkan kesejahteraan subjektif perempuan menjadi terabaikan. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pelaksanaan workshop ecoprint terhadap peningkatan kesejahteraan subjektif perempuan melalui keterlibatan aktif dalam aktivitas produktif dan rekreatif. Pengabdian ini merupakan studi kualitatif deskriptif dengan desain partisipatif. Subjek dalam adalah ibu rumah tangga yang mengikuti kegiatan workshop, berjumlah 14 orang sebagai subjek uji coba. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan kuesioner terbuka menggunakan pedoman observasi dan lembar kuesioner sebagai instrumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik dengan pendekatan deskriptif berbasis teori kesejahteraan subjektif dan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Hasil p menunjukkan bahwa keterlibatan dalam workshop ecoprint membangkitkan emosi positif, memberi rasa bermakna, dan memperkuat rasa percaya diri peserta. Kegiatan ini terbukti mendukung pencapaian tujuan kesetaraan gender, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan kesadaran lingkungan. Simpulan adalah bahwa workshop ecoprint berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan subjektif perempuan melalui aspek emosional, kognitif, dan sosial. Implikasi menunjukkan bahwa kegiatan kreatif berbasis lingkungan dapat dijadikan strategi pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan.