Nabila Nurul Hawa
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Exploration of Social Risk Factors in cases of Stunting in Children Aged 1-5 Years in Ngesrep sub-district, Semarang City nisa aisyah; Nabila Nurul Hawa
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/87fges20

Abstract

Stunting in toddlers is not merely a medical issue but also a public health challenge in Indonesia, including urban areas such as Semarang City. This study aims to analyze social risk factors that play an important role in the occurrence of stunting among children aged 1–5 years in Kelurahan Ngesrep, Semarang City. The study employed a descriptive qualitative method with data collection techniques including in-depth interviews and direct observations involving mothers of stunted children, posyandu cadres and the village social welfare section (social welfare). The findings indicate that most stunted children come from families with relatively low maternal education levels, predominantly high school graduates. This level of education influences parents’ understanding in applying appropriate child-rearing practices. In addition to educational factors, parents’ time and attention toward their children are limited due to work-related demands. This condition affects the quality of parenting and social support within the surrounding environment. Work obligations also prevent some mothers from regularly attending posyandu activities, resulting in suboptimal monitoring of children’s growth and development.Based on these findings, it can be concluded that stunting is a multidimensional problem involving maternal education, parenting practices, and community social support. This study is expected to provide insights for the government and health professionals in designing more effective and efficient stunting prevention programs in urban areas.
Peran Media Digital dalam Pembelajaran IPS di SMP pada Era Transformasi Pendidikan Fadhilatul Hidayah; Nabila Nurul Hawa
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8326

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk menyediakan landasan ilmiah dalam mengoptimalkan integrasi teknologi digital guna menjawab tantangan pembelajaran IPS di era transformasi pendidikan.Penelitian ini bertujuan mengkaji peran media digital dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada era transformasi pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mensintesis hasil penelitian empiris yang dipublikasikan pada periode 2021–2026 melalui penelusuran Google Scholar dengan kata kunci yang relevan. Hasil pencarian awal menghasilkan puluhan ribu artikel yang kemudian diseleksi secara bertahap menjadi 300 artikel berdasarkan judul, 100 artikel berdasarkan abstrak, dan 20 artikel akhir (±20%) yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu artikel penelitian empiris, dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, dan tersedia dalam akses teks lengkap. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital memiliki peran pedagogis yang signifikan dalam lima domain utama, yaitu visualisasi konsep dan pembelajaran spasial-temporal, interaktivitas dan simulasi, kolaborasi digital dan pengembangan keterampilan abad ke-21, literasi digital dan etika penggunaan media, serta asesmen digital berbasis data. Sebagian besar studi menunjukkan bahwa penggunaan media digital yang dirancang secara pedagogis dan disertai scaffolding guru mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman konseptual siswa. Namun demikian, implementasi media digital masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur, kesenjangan akses teknologi, kesiapan kompetensi guru, serta integrasi bahan ajar digital dengan kurikulum. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan pembelajaran yang sistematis, penguatan kapasitas guru, serta dukungan kebijakan untuk memastikan pemanfaatan media digital yang efektif dan berkelanjutan dalam pembelajaran IPS.