Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI BRANDING SEKOLAH BERBASIS EKSTRAKURIKULER DALAM MENINGKATKAN DAYA TARIK PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU Ira Dewi Arini; Taufiq Harris; Suyitno Suyitno
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i2.11035

Abstract

ABSTRACT Intensifying competition among educational institutions urges schools to develop effective school branding strategies, especially in the era of zoning policies that restrict academic-based selection. This study aims to describe the implementation of extracurricular-based school branding; identify supporting and inhibiting factors; and analyze the role of extracurricular activities in building school attractiveness for prospective students. A qualitative approach with a case study design was employed, collecting data through in-depth interviews, observation, and documentation, analyzed using the Miles and Huberman interactive model. Findings reveal that extracurricular-based school branding operates through three mutually reinforcing pillars: systematic and achievement-oriented extracurricular program development; consistent strategic communication through digital media; and public perception reinforcement through community and parental engagement. Key supporting factors include principal leadership commitment, resource availability, measurable achievements, and active social media management. Inhibiting factors encompass budget constraints, inconsistent publication management, instructor competency gaps, and the impact of zoning policies. This study proposes an integrative model of extracurricular-based school branding as a theoretical contribution to educational management and marketing scholarship in Indonesia. ABSTRAK Persaingan antar lembaga pendidikan yang semakin intensif mendorong sekolah untuk mengembangkan strategi school branding yang efektif, khususnya di era kebijakan zonasi yang membatasi seleksi berbasis prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi branding sekolah berbasis ekstrakurikuler; mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya; serta menganalisis peran ekstrakurikuler dalam membangun daya tarik peserta didik baru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi branding sekolah berbasis ekstrakurikuler berjalan melalui tiga pilar yang saling memperkuat: pengembangan program ekstrakurikuler yang sistematis dan berorientasi prestasi; komunikasi strategis berbasis media digital yang konsisten; dan penguatan persepsi publik melalui pelibatan komunitas dan orang tua. Faktor pendukung utama meliputi komitmen kepemimpinan kepala sekolah, ketersediaan sumber daya, capaian prestasi yang terukur, dan pengelolaan media sosial yang aktif. Adapun faktor penghambat mencakup keterbatasan anggaran, inkonsistensi publikasi, kesenjangan kompetensi pembina, dan dampak kebijakan zonasi. Penelitian ini mengajukan model integratif branding sekolah berbasis ekstrakurikuler sebagai kontribusi teoritis dalam pengembangan kajian manajemen dan pemasaran pendidikan di Indonesia.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN KURIKULUM BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER DALAM MEMBENTUK PERILAKU PESERTA DIDIK DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN KESEHATAN Muh Yudha L; Ahmad Thohirin; Suyitno Suyitno
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9408

Abstract

The urgency of balancing technical competence and professional attitudes in health vocational education is the primary background of this research. This study aims to analyze the implementation of character education-based curriculum management in shaping student behavior at Bakti Indonesia Medika Tulungagung Health Vocational School. This research applies a qualitative approach with a case study design, where data were collected through participant observation, in-depth interviews with school leaders, teachers, and students, and documentation studies, which were then analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The research findings indicate that curriculum management is carried out systematically through planning stages that include a character vision, integrated implementation in learning, habituation programs, and fieldwork practices, as well as ongoing evaluation. The routine habituation program has proven effective in instilling the values ​​of discipline, responsibility, and empathy in students. Despite facing time constraints, supporting factors such as the principal's leadership, educator commitment, and synergy with parents and the industrial world are very dominant in the program's success. The main conclusion confirms that character-based curriculum management contributes significantly to producing graduates who are not only medically competent but also possess moral integrity and professional readiness to face the world of health work. ABSTRAK Urgensi keseimbangan antara kompetensi teknis dan sikap profesional dalam pendidikan vokasi kesehatan menjadi latar belakang utama penelitian ini. Studi ini bertujuan menganalisis implementasi manajemen kurikulum berbasis pendidikan karakter dalam membentuk perilaku peserta didik di SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Tulungagung. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pimpinan sekolah, guru, serta siswa, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Temuan penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum dijalankan secara sistematis melalui tahapan perencanaan yang memuat visi karakter, pelaksanaan yang terintegrasi dalam pembelajaran, program pembiasaan, dan praktik kerja lapangan, serta evaluasi berkelanjutan. Program pembiasaan rutin terbukti efektif menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, dan empati pada siswa. Meskipun menghadapi kendala keterbatasan waktu, faktor pendukung berupa kepemimpinan kepala sekolah, komitmen pendidik, serta sinergi dengan orang tua dan dunia industri sangat dominan dalam keberhasilan program. Simpulan utama menegaskan bahwa manajemen kurikulum berbasis karakter berkontribusi signifikan dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara medis, tetapi juga memiliki integritas moral dan kesiapan profesional untuk menghadapi dunia kerja kesehatan.
MANAJEMEN EKSTRAKURIKULER TEATER DALAM PENGUATAN KARAKTER SISWA SMP Dyah Putri Ekowati; Ahmad Thohirin; Suyitno Suyitno
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.9735

Abstract

This research is motivated by the importance of extracurricular activities as a vehicle for developing non-academic potential and building student character. One activity that significantly contributes to character development is the theater extracurricular activity. This study aims to describe the management of theater extracurricular activities in developing student character at SMP Negeri 2 Wonorejo. The study used a qualitative approach with a case study approach. Data sources included the principal, vice principal for student affairs, theater extracurricular instructor, and students participating in theater activities. Data collection techniques were conducted through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. While data validity was obtained through triangulation of sources and techniques. The results show that the management of theater extracurricular activities at SMP Negeri 2 Wonorejo includes structured program planning, activity implementation oriented towards creative and collaborative processes, and evaluation that emphasizes the development of student attitudes and skills. Theater activities contribute to the development of students' character traits of discipline, responsibility, cooperation, self-confidence, and creativity. Thus, extracurricular theater serves not only as a means of developing artistic talent but also as a medium for character education in schools. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kegiatan ekstrakurikuler sebagai wahana pengembangan potensi nonakademik dan pembentukan karakter peserta didik. Salah satu kegiatan yang memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan karakter adalah ekstrakurikuler teater. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler teater dalam pengembangan karakter siswa di SMP Negeri 2 Wonorejo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, pembina ekstrakurikuler teater, dan siswa yang mengikuti kegiatan teater. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan ekstrakurikuler teater di SMP Negeri 2 Wonorejo meliputi perencanaan program yang terstruktur, pelaksanaan kegiatan yang berorientasi pada proses kreatif dan kolaboratif, serta evaluasi yang menekankan pada perkembangan sikap dan keterampilan siswa. Kegiatan teater berkontribusi dalam pengembangan karakter disiplin, tanggung jawab, kerja sama, percaya diri, dan kreativitas siswa. Dengan demikian, ekstrakurikuler teater tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan bakat seni, tetapi juga sebagai media pendidikan karakter di sekolah.