Kawasan Cagar Budaya Pecinan Kecamatan Wajo merupakan salah satu pusat perdagangan dan jasa di Kota Makassar. Bangunan dalam kawasan tersebut dibangun untuk acara-acara penting dan resmi yang biasa dilakukan oleh pemerintah Belanda yang berkaitan dengan kesenian pada masa itu, seperti acara berpesta, pertunjukan sandiwara, musik dan kegiatan kesenian lainnya. Namun, Adanya alih fungsi bangunan pada Kecamatan Wajo berdampak negatif pada beberapa aspek yaitu fisk, lingkungan dan sosial budaya. Berdasarkan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian terkait arahan pengendalian pemanfaatan ruang di sekitar kawasan cagar budaya pecinan kecamatan wajo kota makassar. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif berupa analisis Overlay dan analisis SWOT. Hasil analisis overlay menunjukkan bahwa Kecamatan Wajo memiliki karakteristik fisik yang mendukung, dengan keberadaan bangunan bersejarah dan potensi pariwisata yang tinggi serta jumlah penduduk yang cukup besar dan hasil analisis SWOT menunjukan bahwa penguatan sektor pariwisata berbasis budaya, revitalisasi kawasan dengan melibatkan masyarakat lokal, serta kolaborasi antara pariwisata, pendidikan, dan teknologi untuk mendigitalisasi budaya adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat serta mampu memberikan sumbangsih kajian ilmiah bagi penelitian selanjutnya. The Chinatown Cultural Heritage Area of Wajo District is one of the centers of trade and services in Makassar City. The buildings in the area were built for important and official events that were usually carried out by the Dutch government related to the arts at that time, such as parties, theatrical performances, music and other artistic activities. However, the transfer of building functions in Wajo District has a negative impact on several aspects, namely fisk, environment and socio-culture. Based on this, the researcher conducted research related to the direction of controlling the use of space around the Chinatown Cultural Heritage Area, Wajo District, Makassar City. This research was conducted using a quantitative approach in the form of Overlay analysis and SWOT analysis. The results of the overlay analysis show that Wajo District has supportive physical characteristics, with the existence of historical buildings and high tourism potential as well as a large population and the results of the SWOT analysis show that strengthening the culture-based tourism sector, regional revitalization by involving local communities, and collaboration between tourism, education, and technology to digitize culture are steps that need to be taken. The results of this research are expected to be useful for the government and society and be able to contribute to scientific studies for further research.