Kanker serviks masih menjadi penyebab kematian utama pada perempuan di Indonesia, dengan rendahnya cakupan skrining sebagai salah satu faktor determinan. Di Kabupaten Ogan Ilir, pencatatan hasil skrining pra-kanker serviks pada layanan kesehatan primer masih dilakukan secara manual sehingga berpotensi menimbulkan inkonsistensi data, keterlambatan pelaporan, dan kendala dalam pemantauan tindak lanjut kasus. Situasi ini menghambat efektivitas pelaksanaan program deteksi dini serta integrasi data dengan registri skrining nasional. Hasil analisis kebutuhan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir menegaskan urgensi pengembangan sistem digital yang mampu mendukung pengelolaan data skrining secara akurat, terstandar, dan terintegrasi lintas fasilitas. Kegiatan pengabdian ini mengembangkan Sistem Monitoring Layanan Kesehatan Primer berbasis web sebagai instrumen pendukung National Cervical Pre-Cancer Screening Registry. Sistem dirancang untuk menyediakan mekanisme pencatatan digital, fitur visualisasi capaian skrining, serta pemantauan tindak lanjut secara real-time. Pendekatan pengembangan dilakukan melalui pemetaan kebutuhan lapangan, perancangan arsitektur sistem, dan implementasi modul fungsional. Uji coba awal bersama tenaga kesehatan pada 26 November menunjukkan sistem mampu mendukung efisiensi input data serta peningkatan keterpantauan kasus. Luaran kegiatan meliputi rancangan arsitektur sistem, desain dashboard monitoring, dan prototipe aplikasi yang siap untuk uji implementasi lanjutan dan pengembangan menuju penerapan operasional di Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Ilir. Secara keseluruhan, sistem ini berpotensi memperbaiki kualitas pengelolaan data skrining, memperkuat proses monitoring berbasis evidensi, dan mendukung pengambilan keputusan dalam peningkatan layanan kesehatan primer.