Andi Ishaq Salma
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Arahan Pengembangan Konsep Hilirisasi Dalam Mendukung Kebijakan Dan Skema Pembiayaan Industri Hilir Kelapa Sawit Di Provinsi Sulawesi Selatan Andi Ishaq Salma; Rudi Latief; Iqbal Suhaeb
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.6056

Abstract

 Indonesia adalah produsen minyak kelapa sawit mentah (CPO + CPKO) No.1 Dunia. Posisi ini memberikan keuntungan besar dalam hal ketersediaan bahan baku untuk industri hilir. harapannya minyak sawit mentah dapat diolah terlebih dahulu di dalam negeri dalam bentuk produk setengah jadi (antara) ataupun produk jadi (akhir) untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dan pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Namun pada kenyataanya pengiriman dalam bentuh mentah masih mendominasi. Sehingga pemerintah Indonesia membuat berbagai kebijakan dan pembiayaan untuk mendukung hilirisasi kelapa sawit. Provinsi Sulawesi Selatan merupakan wilayah potensi alternatif dalam melakukan pengembangan industri hilir kelapa sawit. Penelitian ini kemudian ditujukan untuk mengkaji faktor-faktor yang memungkinkan penyebab terjadinya ekspor minyak sawit mentah dan menentukan tingkatan prioritas arahan pengembangan konsep hilirisasi di Provinsi Sulawesi Selatan, arahan tersebut merupakan cara mereduksi faktor-faktor penyebab ekspor dengan memanfaatkan hipotesis dari kajian kepustakaan dan penelitian terdahulu di lokasi yang lain. Hipotesis kemudian di uji apakah hasilnya sama dengan pada lokasi penelitian saat ini. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan campuran (kualitatif dan kuantitatif) dengan melakukan wawancara kemudian dianalisis menggunakan analisis triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 6 faktor penyebab terjadinya ekspor minyak sawit mentah dan 6 arahan untuk mereduksinya. Perbedaan hipotesis dengan hasil penelitian adalah pada susunan tingkat prioritasnya. Selanjutnya, hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan masukan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk melakukan kajian lebih mendalam untuk mendukung kebijakan hilirisasi kelapa sawit dan skema pembiayaan yang sudah ada maupun alternatif lainnya.  Indonesia is the World's No. 1 producer of crude palm oil (CPO + CPKO). This position provides a great advantage in terms of the availability of raw materials for the downstream industry. It is hoped that crude palm oil can be processed domestically in the form of semi-finished products (intermediate) or finished products (final) to create added economic value and meet domestic needs. However, in reality, shipments in raw form still dominate. So the Indonesian government has made various policies and financing to support palm oil downstreaming. South Sulawesi Province is an alternative potential area for developing the downstream palm oil industry. This study is then aimed at examining the factors that allow the cause of crude palm oil exports and determining the priority level of directions for developing downstream concepts in South Sulawesi Province, these directions are a way to reduce the factors that cause exports by utilizing hypotheses from literature studies and previous research in other locations. The hypothesis is then tested whether the results are the same as at the current research location. This study was conducted using a mixed approach method (qualitative and quantitative) by conducting interviews and then analyzed using triangulation analysis. The results of the study indicate that there are 6 factors causing crude palm oil exports and 6 directions to reduce them. The difference between the hypothesis and the research results is in the arrangement of priority levels. Furthermore, the results of this study are expected to be able to provide input to the South Sulawesi Provincial Government to conduct a more in-depth study to support the palm oil downstream policy and existing financing schemes or other alternatives.