Ketrine ladity
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ISLAM DAN KETAHANAN SOSIAL MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN BUDAYA DIGITAL Ketrine ladity
IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 3 No 1 (2026): IBTIKAR: Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Pascasarjana Institut Agama Islam Almuslim Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan budaya digital telah membawa perubahan yang sangat cepat terhadap pola komunikasi, interaksi sosial, serta sistem nilai yang berkembang dalam masyarakat. Di satu sisi, kemajuan teknologi digital memberikan berbagai kemudahan dalam memperoleh informasi, memperluas akses pendidikan, dan meningkatkan efektivitas komunikasi. Namun, di sisi lain, budaya digital juga memunculkan berbagai tantangan, seperti penyebaran disinformasi, menurunnya kualitas etika bermedia, meningkatnya individualisme, polarisasi sosial, serta melemahnya ketahanan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran ajaran Islam dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat dalam menghadapi perubahan budaya digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui kajian terhadap literatur ilmiah, ayat-ayat Al-Qur'an, hadis, serta berbagai referensi yang berkaitan dengan Islam, ketahanan sosial, dan budaya digital. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui proses reduksi, interpretasi, dan sintesis terhadap berbagai konsep yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memiliki seperangkat nilai yang mampu menjadi fondasi ketahanan sosial, di antaranya ukhuwah (persaudaraan), ta'awun (tolong-menolong), tabayyun (verifikasi informasi), wasatiyyah (moderasi beragama), kejujuran, tanggung jawab, serta literasi digital yang berlandaskan etika Islam. Nilai-nilai tersebut mendorong masyarakat untuk memanfaatkan teknologi secara bijaksana tanpa kehilangan identitas moral, spiritual, dan budaya. Selain itu, keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat memiliki peran strategis dalam menanamkan karakter Islami sebagai upaya membangun masyarakat yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di tengah transformasi budaya digital. Dengan demikian, Islam tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga sebagai sistem nilai yang mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan era digital secara berkelanjutan.