Meningkatnya prevalensi berat badan berlebih dan obesitas pada anak usia sekolah telah menjadi tantangan kesehatan global yang signifikan, sehingga memerlukan intervensi edukatif segera. Kelebihan berat badan pada anak tidak hanya berdampak pada penampilan fisik dan rasa percaya diri, tetapi juga secara signifikan meningkatkan risiko fisiologis terhadap berbagai penyakit tidak menular di usia dini, termasuk diabetes melitus tipe 2, hipertensi, dislipidemia, serta penyakit jantung kronis di masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi terkait pencegahan obesitas pada 39 anak usia sekolah, rentang usia 6–12 tahun, di MI Unwanul Huda 1 yang berlokasi di wilayah kerja Puskesmas Pasir Putih, Depok. Metode edukasi yang diterapkan menggunakan pendekatan pembelajaran aktif, yang mencakup sesi penyuluhan interaktif mengenai Pedoman Gizi Seimbang dan konsep "Isi Piringku". Selain itu, intervensi ini memanfaatkan demonstrasi visual dengan alat peraga serta pembagian media leaflet edukatif untuk memperkuat retensi ingatan peserta. Evaluasi dilakukan melalui penilaian pre-test dan post-test. Karena distribusi data yang tidak normal, analisis statistik non-parametrik menggunakan uji peringkat bertanda Wilcoxon diterapkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman peserta, dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 5,36 pada pre-test menjadi 7,69 pada post-test. Proporsi siswa dalam kategori "pengetahuan baik" melonjak tajam dari 2,6% menjadi 59%, sementara kategori "pengetahuan kurang" menurun dari 46,2% menjadi 5,1% (p = 0,000). Sebagai simpulan, edukasi gizi berbasis leaflet sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak usia sekolah. Kolaborasi berkelanjutan antara pihak sekolah dan orang tua sangat penting untuk memastikan terjadinya perubahan perilaku kesehatan jangka panjang.