Kelompok Tani Republik Tani Mandiri (RTM) di Desa Kucur, Malang, telah berhasil memproduksi biji kopi hijau premium berskala specialty. Namun, kemampuan hilirisasi untuk mengolahnya menjadi produk kopi bubuk kemasan bernilai tambah masih sangat terbatas. Petani menghadapi kendala minimnya pengetahuan terkait teknik sangrai yang terstandar serta belum diterapkannya sistem jaminan mutu dan keamanan pangan secara memadai. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra dalam mengolah biji kopi berkualitas tinggi menjadi produk kopi bubuk single origin yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3542-2004). Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi partisipatif, pelatihan teknik penyangraian dan penggilingan, serta edukasi sistem Good Manufacturing Practices (GMP) dan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Pendampingan proses produksi dan pengujian mutu produk di laboratorium juga dilakukan untuk mengevaluasi keberhasilan penerapan teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman anggota kelompok tani sebesar 80,91% terkait standar proses produksi kopi bubuk kemasan. Penggunaan mesin skala industri kecil terbukti efektif dalam menstabilkan kualitas produk. Berdasarkan hasil uji laboratorium, kadar air kopi bubuk yang dihasilkan berhasil mencapai rentang 0,78%–1,50%, yang sepenuhnya memenuhi ambang batas maksimal SNI (5%). Kegiatan ini juga menghasilkan dokumen Prosedur Operasional Standar (POS) sebagai panduan tertulis jaminan mutu pangan. Program ini telah memperkuat tahapan hilirisasi agroindustri di Desa Kucur dan membuka peluang komersialisasi kopi single origin bernilai tambah tinggi.