Muthiannisa Umarputri
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Gadjah Mada

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konseptualisasi Leluhur Dan Keluarga Sebagai Pengikat Budaya Bermukim Masyarakat Kampung Adat Urug Muthiannisa Umarputri; Sudaryono Sudaryono
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.8368

Abstract

Indonesia memiliki beragam kepercayaan yang dianut masyarakatnya, salah satunya adalah Sunda Wiwitan. Kampung Adat Urug merupakan kampung adat di Kabupaten Bogor yang cukup unik karena masyarakatnya menganut kepercayaan tersebut dan di saat bersamaan memeluk agama Islam. Kampung ini dikenal dengan penghuninya yang memiliki hubungan keluarga satu sama lain dan mengakui bahwa mereka merupakan keturunan Prabu Siliwangi, tiga ketua adat sebagai pemimpin, aturan leluhur terkait lima sedekah, nilai pamali yang berlaku, serta kondisi hunian yang unik meskipun telah mengalami modernisasi. Hingga di tahun 2020 terjadi bencana longsor pada kampung tersebut dan menghancurkan beberapa rumah masyarakat. Meski pemerintah menyediakan hunian sementara untuk masyarakat terdampak, namun tidak semuanya berpindah. Fenomena ini menunjukkan bahwa permukiman memiliki makna tersendiri bagi masyarakatnya. Konsep bermukim diketahui melalui pendekatan induktif menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan kajian literatur, observasi lapangan dan in-depth interview, lalu mengumpulkan unit informasi yang membentuk tema-tema empiris, kemudian diinduksi sehingga menghasilkan konsep huni masyarakat Kampung Adat Urug. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa leluhur serta keluarga memiliki pengaruh dalam konsep bermukim di Kampung Adat Urug. Sehingga masyarakat Kampung Adat Urug memiliki ruang pulang mereka. Indonesia has a diversity of belief systems adhered to by its society, one of which is Sunda Wiwitan. Kampung Adat Urug is a traditional village located in Bogor Regency, whose community adheres to this belief while simultaneously practicing Islam. The village is known for its residents who maintain kinship relations with one another and acknowledge themselves as descendants of Prabu Siliwangi, the presence of three customary leaders as leaders, ancestral regulations related to five sedekah rituals, prevailing pamali values, and unique housing conditions despite having undergone modernization. In 2020, a landslide damaged several houses; however, despite the provision of temporary housing by government, some residents remained in the settlement. This phenomenon indicates that the settlement holds a particular spatial meaning for its community. The dwelling concept was identified through an inductive qualitative phenomenological study based on literature review, field observations, and in-depth interviews. Units of meaning were synthesized into empirical themes to formulate the dwelling concept of the Kampung Adat Urug community. This study found that ancestors and family influence the dwelling concept in Kampung Adat Urug. Therefore, the community possesses its own space of return.