Hadi Kurniawan
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Program Pascasarjana, Universitas Bosowa

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Model Hubungan Ketersediaan, Kualitas, Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Perkotaan Dengan Pendekatan SEM-PLS Di Alun-Alun Konasara, Wanggudu Hadi Kurniawan; Murshal Manaf; Baso Jaya
Urban and Regional Studies Journal Vol. 8 No. 2 (2026): Urban and Regional Studies Journal, Juni 2026
Publisher : Postgraduate Bosowa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/ursj.v8i2.9040

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) merupakan elemen penting dalam sistem perkotaan yang tidak hanya berfungsi ekologis, tetapi juga berkontribusi terhadap kualitas hidup masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ketersediaan RTH, kualitas RTH, dan pemanfaatan RTH terhadap kualitas hidup masyarakat di kawasan Alun-Alun Konasara, Perkotaan Wanggudu, Kabupaten Konawe Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori. Data diperoleh melalui survei terhadap 108 responden valid yang pernah mengunjungi dan memanfaatkan Alun-Alun Konasara. Variabel yang dianalisis meliputi ketersediaan RTH, kualitas RTH, pemanfaatan RTH sebagai variabel mediasi, dan kualitas hidup masyarakat. Analisis dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan RTH berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemanfaatan RTH (B=0,325; p<0,001) dan kualitas hidup (B=0,336; p=0,001). Kualitas RTH berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemanfaatan RTH (B=0,533; p<0,001), tetapi tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap kualitas hidup (B=-0,004; p=0,963). Pemanfaatan RTH berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas hidup (B=0,600; p<0,001). Uji mediasi menunjukkan bahwa pemanfaatan RTH memediasi secara parsial pengaruh ketersediaan RTH terhadap kualitas hidup (B=0,195; p<0,001) dan memediasi secara penuh pengaruh kualitas RTH terhadap kualitas hidup (B=0,320; p<0,001). Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas hidup masyarakat perkotaan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan dan kualitas fisik ruang hijau, tetapi juga oleh sejauh mana ruang tersebut benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat. Green open space (GOS) is an important element of urban systems that contributes not only to ecological quality but also to people’s quality of life. This study examines the relationship between GOS availability, GOS quality, and GOS utilization and the quality of life of the community in the Alun-Alun Konasara area, Wanggudu Urban Area, North Konawe Regency. The study employed an explanatory quantitative approach. Data were collected through a survey of 108 valid respondents who had visited and used Alun-Alun Konasara. The analyzed variables consisted of GOS availability, GOS quality, GOS utilization as a mediating variable, and community quality of life. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SEM-PLS). The results indicate that GOS availability has a positive and significant effect on GOS utilization (B=0.325; p<0.001) and quality of life (B=0.336; p=0.001). GOS quality has a positive and significant effect on GOS utilization (B=0.533; p<0.001), but it does not have a significant direct effect on quality of life (B=-0.004; p=0.963). GOS utilization has a positive and significant effect on quality of life (B = 0.600; p < 0.001). The mediation test shows that GOS utilization partially mediates the effect of GOS availability on quality of life (B=0.195; p<0.001) and fully mediates the effect of GOS quality on quality of life (B=0.320; p<0.001). These findings confirm that improvements in urban quality of life are shaped not only by the existence and physical quality of green open space but also by the extent to which the community actively utilizes the space.