Jihan Ferina
IAIN Parepare

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM MENERAPKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA PADA SOAL NON-RUTIN BERBASIS LITERASI NUMERASI DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Jihan Ferina; Andi Aras; Zulfiqar Busrah; Nurwahida
Al-Irsyad Journal of Mathematics Education Vol 5 No 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Darud Da'wah Wal Irsyad Pinrang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58917/ijme.v5i1.763

Abstract

Kemampuan siswa dalam menerapkan pemahaman konsep matematika pada soal non-rutin berbasis literasi numerasi masih menjadi tantangan, terutama ketika soal menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi. Selain faktor kognitif, tingkat ketahanan siswa yang tercermin dalam Adversity Quotient (AQ) diduga memengaruhi cara siswa merespons kesulitan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa dalam menerapkan pemahaman konsep matematika pada soal non-rutin berbasis literasi numerasi ditinjau dari kategori AQ (Quitter, Camper, dan Climber). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek 12 siswa kelas X MAN 1 Parepare. Pengumpulan data dilakukan melalui angket AQ, tes tertulis soal non-rutin yang disusun berdasarkan proses literasi matematis (merumuskan, menggunakan, dan menafsirkan), wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap tipe AQ memiliki karakteristik berbeda dalam proses literasi matematis. Siswa tipe Quitter cenderung berhenti pada tahap merumuskan dan menunjukkan daya juang rendah. Siswa tipe Camper mampu merumuskan dan sebagian menggunakan strategi, namun kurang konsisten pada tahap interpretasi. Sementara itu, siswa tipe Climber menunjukkan proses penyelesaian yang lebih sistematis, reflektif, dan gigih. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan menyelesaikan soal non-rutin tidak hanya ditentukan oleh penguasaan konsep, tetapi juga oleh ketahanan dalam menghadapi kesulitan. Oleh karena itu, penguatan Adversity Quotient penting dalam upaya meningkatkan kemampuan literasi numerasi siswa.