Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar siswa terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi statistika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari kemandirian belajar sebagai variabel bebas dan kemampuan pemecahan masalah matematis sebagai variabel terikat. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII di SMK Tunas Nusantara yang berjumlah 25 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket untuk mengukur kemandirian belajar dan tes essay untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji linearitas, dan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi sebesar 0,148 (> 0,05) dan memiliki hubungan yang linear dengan nilai signifikansi deviation from linearity sebesar 0,403 (> 0,05). Hasil uji regresi linear sederhana diperoleh persamaan Y = -3,498 + 0,439X yang menunjukkan adanya hubungan positif antara kemandirian belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematis. Namun demikian, nilai signifikansi sebesar 0,169 (> 0,05) menunjukkan bahwa pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi statistika, meskipun memiliki arah hubungan yang positif. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis tidak hanya dipengaruhi oleh kemandirian belajar, tetapi juga oleh faktor lain seperti pemahaman konsep, motivasi belajar, dan metode pembelajaran.