Abstrak: Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan besar terhadap pola interaksi sosial Generasi Z. Tingginya intensitas penggunaan media sosial memunculkan fenomena Fear of Missing Out (FOMO), yaitu rasa takut tertinggal informasi, pengalaman, maupun aktivitas sosial yang dianggap penting oleh lingkungan digital. Fenomena tersebut tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis individu, tetapi juga berkaitan dengan persoalan eksistensi dan pencarian makna diri manusia modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena FOMO pada Generasi Z, mengkaji FOMO melalui perspektif filsafat eksistensial, serta memahami eksistensi dan autentisitas diri Generasi Z di media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui studi literatur dan observasi terhadap fenomena penggunaan media sosial pada Generasi Z. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif dengan mengaitkan fenomena FOMO pada konsep filsafat eksistensial seperti kebebasan, kecemasan eksistensial, autentisitas diri, dan pencarian makna hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial telah menjadi ruang pembentukan identitas dan validasi sosial bagi Generasi Z. FOMO muncul akibat dorongan untuk memperoleh pengakuan sosial dan ketakutan tertinggal dari lingkungan digital, sehingga memunculkan kecemasan eksistensial, perilaku perbandingan sosial, serta kecenderungan membangun citra diri yang tidak autentik. Dengan demikian FOMO merupakan bagian dari krisis eksistensial manusia modern di era digital yang dapat dihadapi melalui kesadaran diri dan refleksi eksistensial.