Ida Bagus Putrayasa
Universitas Pendidikan Ganesha, Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

⁠Penerapan Pembelajaran Mendalam melalui Model Talking Stick dalam Kegiatan Menceritakan Kembali Cerita Rakyat Lokal pada Siswa SD Negeri 20 Dangin Puri Anak Agung Made Pradnya Paramita; Rika Putri Rachman; I Gede Herri Yudiana Sucitra; Ida Bagus Putrayasa; Ni Ketut Desia Tristiantari
Jurnal Pendidikan Siber Nusantara Vol. 4 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Siber Nusantara (April - Juni 2026)
Publisher : Siber Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpsn.v4i2.677

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilaksanakan sebagai upaya sistematis untuk mengeksplorasi secara detail proses implementasi serta efektivitas pembelajaran mendalam melalui model Talking Stick dalam meningkatkan kualitas penceritaan kembali cerita rakyat lokal pada siswa kelas 2 SD Negeri 20 Dangin Puri. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran akurat mengenai fenomena yang terjadi di lapangan secara alami. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam serta observasi partisipatif guna menangkap makna di balik interaksi belajar mengajar, yang kemudian dianalisis menggunakan prosedur reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media tongkat kayu yang menarik mampu membangkitkan gairah belajar serta membangkitkan keberanian siswa yang sebelumnya merasa malu untuk tampil di depan umum. Siswa menjadi lebih fokus menyimak isi cerita karena adanya unsur permainan yang adil, sehingga kemampuan penceritaan kembali mereka menjadi lebih sistematis, runtut, dan bermakna. Tantangan berupa manajemen waktu serta pengendalian emosi siswa yang terlalu bersemangat dapat dikelola dengan baik oleh guru melalui penyesuaian instruksi yang tetap mendukung pengembangan kognitif. Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan ini berhasil menciptakan lingkungan sekolah yang suportif dan meningkatkan keterlibatan aktif siswa secara menyeluruh dalam memahami nilai-nilai kearifan lokal.
THE INFLUENCE OF STUDENTS' PERCEPTION OF THE QUALITY OF OBJECTIVE TESTS ON THE ACHIEVEMENT OF INDONESIAN LANGUAGE LEARNING OUTCOMES Sagung Manik Puspa Putri; Ida Bagus Putrayasa; Luh Putu Yudha Budiarti; I Gusti Ayu Diantari Pradnya Dewi; Ni Putu Ayu Widiastiti
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.8623

Abstract

Quality education always relies on the effectiveness of learning and the accuracy of evaluation. This study aims to empirically examine the contribution of students' perception of the quality of objective tests to the achievement of their Indonesian language learning outcomes. The approach used was quantitative non-experimental with associative/causal Ex Post Facto design of 60 respondents (N = 60). Data were collected using a Likert scale closed-ended questionnaire for test quality perception variables (construction dimensions, substance, and psychometric) as well as objective test pure values for learning outcome variables. The results of the prerequisite test showed that the data were normally distributed and linear (p = 0.792 > 0.05). Furthermore, the hypothesis test using Pearson Product Moment correlation yielded a correlation coefficient value of r = 0.949 with a significance value of 0.000 < 0.01. These results prove that there is a very strong and significant positive relationship between students' perceptions of test quality and their learning outcomes. Thus, students' mental representation of evaluation tools is a crucial factor that determines their academic performance. The implication of this study emphasizes that teachers not only need to pursue the empirical validity of the questions, but also must ensure that evaluation instruments are designed fairly, clearly, and free from ambiguity in order to minimize the external cognitive burden of students.