perancangan fasilitas bagi lansia karena dapat memengaruhi kesehatan, keselamatan, dan kualitas hidup pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat pencahayaan alami dan kenyamanan termal pada area ruang tunggu Panti Werdha Surya yang menerapkan konsep bukaan semi-terbuka. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (mixed method) dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui pengukuran intensitas pencahayaan (lux), suhu udara, kelembapan relatif, dan kecepatan angin pada beberapa titik pengamatan dan waktu yang berbeda. Sementara itu, data kualitatif dikumpulkan melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner kepada lansia, staf, serta keluarga pengunjung untuk mengetahui persepsi mereka terhadap kondisi lingkungan ruang tunggu. Hasil pengukuran kemudian dianalisis dan dibandingkan dengan standar kenyamanan yang berlaku, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) dan pedoman ASHRAE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bukaan semi-terbuka mampu meningkatkan pemanfaatan pencahayaan alami dan mendukung terjadinya ventilasi silang yang efektif. Namun, kondisi tersebut juga menyebabkan fluktuasi suhu dan kelembapan yang cukup signifikan pada waktu-waktu tertentu sehingga memengaruhi tingkat kenyamanan termal pengguna. Selain itu, ditemukan adanya perbedaan tingkat toleransi terhadap kondisi lingkungan antara lansia, staf, dan keluarga pengunjung. Penelitian ini menegaskan bahwa penerapan strategi desain pasif yang didukung oleh pengendalian lingkungan yang tepat diperlukan untuk mencapai keseimbangan antara kenyamanan visual dan kenyamanan termal pada ruang semi-terbuka di iklim tropis.