Pelayanan publik di tingkat desa masih menghadapi berbagai kendala, terutama dalam aspek efisiensi dan transparansi, khususnya pada proses pengaduan masyarakat di Desa Babelan yang masih dilakukan secara manual. Sistem konvensional tersebut menyebabkan keterlambatan dalam penanganan laporan serta ketidakakuratan informasi lokasi kejadian. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun aplikasi pengaduan masyarakat berbasis Android yang mampu mengintegrasikan data laporan secara real-time serta dilengkapi dengan koordinat lokasi yang akurat. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah metode Waterfall, yang meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Aplikasi ini memanfaatkan teknologi Location-Based Service (LBS) dengan integrasi Google Maps API untuk mendeteksi posisi geografis pelapor secara otomatis. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aplikasi mampu meningkatkan efisiensi waktu pelaporan hingga ±60% dibandingkan metode manual, dengan rata-rata waktu pengiriman laporan kurang dari 1 menit. Tingkat akurasi lokasi yang dihasilkan berada pada kisaran ±5–10 meter dari posisi sebenarnya. Selain itu, pengujian menggunakan metode Black Box Testing terhadap 20 skenario uji menunjukkan tingkat keberhasilan fungsional sebesar 100%. Uji coba terhadap 30 pengguna menunjukkan tingkat kepuasan pengguna sebesar 87% berdasarkan kuesioner System Usability Scale (SUS). Dengan demikian, aplikasi ini terbukti mampu meningkatkan efisiensi pelayanan publik, akurasi informasi lokasi, serta mempercepat proses distribusi dan penanganan laporan oleh perangkat Desa Babelan.