Misrini
Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metacognitive-Based Indonesian Language Learning Using Animated Videos as a Strategy to Improve Reading Literacy Misrini; I Dewa Ketut Artha Saputra; I Made Adi Wicaksana; Nailis Sa'adah; I Nyoman Sudiana; Ida Bagus Putra Yasa
International Journal of Language and Literature Vol. 9 No. 3 (2025): August
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijll.v9i3.98436

Abstract

Reading literacy is a fundamental competency that students must have. However, in conventional learning practices, reading literacy still faces obstacles such as a lack of motivation and limited students' in-depth understanding of reading texts. This study aims to analyze the effectiveness of Indonesian language learning, using metacognitive learning assisted by animated videos, in improving the reading literacy of fifth-grade elementary school students. This study uses a quantitative approach and a simple experimental design (a one-shot case study). This study involved 26 fifth-grade students. The data collection method uses a test. The research instrument is a reading literacy test. The data obtained are analyzed descriptively using SPSS version 25.0. The results show that the average reading literacy score was 83.57, with 89.29% of students scoring above the Minimum Completion Criteria (KKM) of 75. Animated video media has been shown to increase students' motivation and active involvement in the learning process, as well as support the development of students' metacognitive abilities in reading. This study recommends implementing metacognitive learning through animated videos as an innovative strategy to improve reading literacy among elementary school students. The implications of this research can be a reference for curriculum development and learning practices in elementary schools, especially in the context of teaching Indonesian.
Pembelajaran PKN Berbasis Problem Based Learning dalam Upaya Meningkatkan Integritas Nasionalisme Siswa Kelas VI Misrini; Dewa Bagus Sanjaya; Nengah Swastika
Journal of Education Action Reseach Vol 9 No 4 (2025): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jear.v9i4.98289

Abstract

Masalah yang dihadapi adalah banyaknya siswa yang menganggap pembelajaran PKN membosankan dan kurang relevan dengan kehidupan mereka, serta masih dominannya penggunaan metode konvensional dalam proses belajar mengajar yang tidak efektif dalam membentuk karakter dan integritas nasional siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan metode Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) sebagai upaya untuk meningkatkan integritas nasional dan nasionalisme siswa kelas VI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan metode PBL dan kelompok kontrol yang menggunakan metode konvensional. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI di salah satu sekolah dasar di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, tes, dan wawancara. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial untuk mengukur perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dalam pembelajaran PKN dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang integritas nasional dan memperkuat sikap nasionalisme mereka, meskipun terdapat variasi antar individu. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa metode PBL dapat menjadi alternatif yang efektif untuk menciptakan pembelajaran yang lebih dinamis, menarik, dan relevan, serta dapat membantu pengembangan karakter dan integritas nasional siswa, terutama di sekolah dasar. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih inovatif, serta dapat dijadikan referensi untuk penelitian lebih lanjut tentang penerapan PBL dalam pendidikan karakter dan kebangsaan.