Abdul Wahab
Fakultas Kedokteran, Universitas Abulyatama, Aceh, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Uji Pengaruh Ekstrak Daun Sirih Hijau (Piper Betle L) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Escherichia Coli di Desa Lamreung Rizky Farlian; Aditya Candra; Abdul Wahab
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 2 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i2.930

Abstract

Penyakit infeksi bakteri masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan, salah satunya infeksi Escherichia coli yang sering menyebabkan gangguan saluran pencernaan. Meningkatnya resistensi antibiotik mendorong pencarian alternatif antibakteri dari bahan alam. Daun sirih hijau (Piper betle L.) diketahui mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sirih hijau terhadap pertumbuhan Escherichia coli. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan metode difusi cakram. Ekstrak etanol daun sirih hijau diperoleh melalui maserasi menggunakan etanol 96% dengan konsentrasi 12,5%, 25%, 50%, dan 75%. Uji fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder, sedangkan aktivitas antibakteri dinilai berdasarkan diameter zona hambat pada media Mueller Hinton Agar. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sirih hijau mengandung flavonoid, saponin, dan tanin. Seluruh konsentrasi ekstrak mampu menghambat pertumbuhan Escherichia coli, dengan daya hambat meningkat seiring peningkatan konsentrasi. Zona hambat terbesar diperoleh pada konsentrasi 75% dengan rata-rata diameter 26,25 mm dan termasuk kategori kuat. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun sirih hijau (Piper betle L.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli, dengan efektivitas terbaik pada konsentrasi 75%, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai antibakteri alami.
Uji Efektifitas Ekstrak Rimpang Kunyit Kawasan Tungkop dan Pengaruhnya Terhadap Bakteri Escherichia Coli Muhammad Riski; Abdul Wahab; Aditya Chandra
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 3 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i3.608

Abstract

Tanaman yang dikenal sebagai Rimpang Kunyit (Curcuma domestica V.) merupakan tumbuhan yang umum tumbuh di daerah tropis dan sering digunakan oleh penduduk lokal sebagai salah satu metode pengobatan alternatif untuk mencegah pertumbuhan bakteri karena rimpang kunyit (Curcuma Domestica V.) memiliki sejumlah sifat farmakologis, salah satunya adalah kemampuan untuk membunuh bakteri Escherichia coli. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domsetica V) dapat menghambat pertumbuhan bakteri Excherichia coli dan apakah ekstrak rimpang kunyit (Curcuma domestica V.) memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri Escherichia coli. Penelitian ini menguji ekstrak etanol rimpang kunyit (Curcuma Domestica V) terhadap bakteri Escherichia coli menggunakan metode Laboratorium eksperimental. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis statistik nonparametrik yang dikenal sebagai ANOVA. Menurut hasil penelitian fitokimia, rimpang kunyit (Curcuma domestica v.) mengandung alkaloid, Flavonoid, saponin, terpenoid dan tannin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak rimpang kunyit memberikan aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap Escherichia coli dengan zona hambat terbesar pada konsentrasi 100% sebesar rata-rata 16,53 mm, diikuti konsentrasi 75% sebesar 13,63 mm dan 50% sebesar 7,48 mm. Hasil analisis statistik menggunakan uji ANOVA mendapatkan perbedaan yang signifikan antar konsentrasi (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak etanol rimpang kunyit memiliki potensi sebagai antibakteri alami yang efektif dalam menghambat pertumbuhan Escherichia coli dengan efektivitas yang meningkat seiring dengan tingginya konsentrasi ekstrak.
Pengaruh Indeks Massa Tubuh Terhadap Kekuatan Genggaman Tangan Pada Mahasiswa Terlatih Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama Jefriyansyah Harda Putra; Abdul Wahab; Aditya Candra
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 4 No. 3 (2026): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v4i3.956

Abstract

Kekuatan genggaman tangan merupakan salah satu indikator penting fungsi otot yang dapat mencerminkan kondisi fisik dan status gizi seseorang. Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator antropometri yang umum digunakan untuk menilai status gizi dan komposisi tubuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh IMT terhadap kekuatan genggaman tangan pada mahasiswa laki-laki terlatih Fakultas Kedokteran Universitas Abulyatama. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 43 mahasiswa terlatih angkatan 2023 dan 2024 yang dipilih secara proporsional. Data IMT diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, sedangkan kekuatan genggaman tangan diukur menggunakan CAMRY EH101 dynamometer. Analisis data meliputi uji normalitas Shapiro–Wilk dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara IMT dan kekuatan genggaman tangan, dengan nilai signifikansi p = 0,000 dan F = 9,022. Secara deskriptif, mahasiswa dengan kategori IMT normal dan overweight cenderung menunjukkan kekuatan genggaman yang lebih baik dibandingkan mahasiswa dengan kategori underweight dan obesitas II. Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi IMT yang optimal berperan dalam mendukung kekuatan otot dan performa fisik pada mahasiswa yang terlatih. Dengan demikian, pemantauan status gizi melalui IMT dapat menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam mendukung pemeliharaan kebugaran dan fungsi otot mahasiswa.